Bocah Jatuh dari Balkon, Tiga Saudara Ditemukan Terkunci di Rumah

- Selasa, 06 Januari 2026 | 21:42 WIB
Bocah Jatuh dari Balkon, Tiga Saudara Ditemukan Terkunci di Rumah

Video itu tiba-tiba viral. Memperlihatkan seorang bocah terjatuh dari lantai dua sebuah rumah di Rawabunga, Jatinegara. Selasa siang (6/1) itu, polisi langsung bergerak.

Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur mendatangi lokasi sekitar pukul empat sore. Yang mereka temukan cukup memprihatinkan: tiga anak kecil sendirian di dalam rumah, pintunya terkunci dari luar.

Kanit PPA Polres Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, menjelaskan kronologinya.

"Saat pintu diketuk berulang, kami mendapati tiga anak itu di dalam. Dari keterangan warga, ibunya sedang bekerja. Kedua orang tua memang tidak ada di rumah saat kejadian," ucap Sri, Selasa kemarin.

Anak yang jatuh itu berinisial AC, baru tiga tahun. Dua saudaranya, PI (8) dan GKI (2), juga diamankan dan dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, penyelidikan di TKP berjalan. Polisi menemukan satu kursi kayu kecil berwarna biru di dekat balkon.

"Kursi ini diduga digunakan korban untuk memanjat, sebelum akhirnya tercebur," kata Sri.

Ia menambahkan, "Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi."

Namun begitu, ada cerita lain yang mengemuka dari para tetangga. Menurut sejumlah saksi, sebelum AC jatuh, sempat terdengar suara cekcok antara orang tuanya. Suara yang cukup keras hingga menarik perhatian.

Proses pengamanan anak-anak pun tak mulus. Saat akan dibawa ke rumah aman, sang ibu muncul dan menyatakan keberatan keras. Keberatan itu bahkan dituangkan dalam surat tertulis bermeterai, disaksikan Ketua RT dan beberapa warga.

Melihat kondisi itu, polisi akhirnya hanya bisa memberikan imbauan. Mereka meminta orang tua, terutama sang ibu, untuk jauh lebih memperhatikan pengasuhan. Jangan sampai anak-anak ditinggal tanpa pengawasan dewasa. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar