Prabowo Buka Tahun 2026 dengan Apresiasi dan Teguran di Tengah Bencana

- Selasa, 06 Januari 2026 | 14:48 WIB
Prabowo Buka Tahun 2026 dengan Apresiasi dan Teguran di Tengah Bencana
Taklimat Awal Tahun Presiden Prabowo

Di kompleks Hambalang, Bojong Koneng, suasana pagi Selasa (6/1) itu terasa khidmat. Presiden Prabowo Subianto membuka Taklimat Awal Tahun 2026 dengan kata-kata yang hangat. Ia mengawali pidatonya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran kabinet dan para pejabat negara yang selama ini menjadi tulang punggung pemerintahannya.

"Saudara-saudara sekalian!" sapa Prabowo, membuka suara.

"Dengan ini semua saya ingin menggunakan kesempatan pertama di awal taklimat saya untuk menyampaikan terima kasih saya yang sedalam-dalamnya dari hati saya. Terima kasih saya sebagai Presiden, sebagai pemimpin, sebagai penerima mandat dari rakyat Indonesia. Sebagai boleh dikatakan nakhoda, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pembantu-pembantu saya yang paling inti," ujarnya, penuh penekanan.

Rasa terima kasih itu, jelasnya, ditujukan untuk semua unsur vital dalam pemerintahan dan aparatur negara. Tanpa kerja keras mereka, laporannya tak akan berarti apa-apa.

"Para menko, para menteri, para kepala badan wakil kepala badan, pejabat-pejabat lembaga tinggi negara yang sangat penting," sebutnya satu per satu.

"Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, kepala BIN. Saya tidak bisa melaporkan hal ini tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya."

Namun begitu, Prabowo tak menutup mata. Setelah ucapan terima kasih, ia langsung menyinggung beratnya tantangan yang menghadang. Bangsa ini, katanya, sedang diuji. Bencana alam yang bertubi-tubi di beberapa wilayah menjadi buktinya.

"Kita memahami bahwa kondisi bangsa kita penuh dengan tantangan dan cobaan," ujar Prabowo.

"Yang terakhir tentunya kita memahami benar bencana-bencana yang terjadi di tiga provinsi di Aceh. Tapi juga di beberapa tempat-tempat lain di Jawa Barat, juga di Jawa Timur, Jawa Tengah, di beberapa tempat lain."

Di balik semua cobaan itu, menurut Presiden, tersimpan sebuah kekuatan besar. Ia meyakini ketangguhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah omong kosong. Kekuatan itu telah berulang kali teruji, di depan mata rakyat dan bahkan di hadapan para pemimpinnya sendiri.

"Jadi Saudara-saudara, kita hadapi itu," tandasnya dengan tegas.

"Dan dengan kita hadapi itu, kita memahami benar bahwa ternyata negara kita sesungguhnya memiliki kekuatan. Negara kita telah mampu dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat kita, dan sesungguhnya kepada diri kita sendiri, kepada elite kita, bahwa negara kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan."

Pidato itu pun ditutupnya dengan sebuah keyakinan. Bahwa di tengah segala ujian, fondasi bangsa tetap kokoh berdiri.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar