Ia bahkan menyamakan pendekatan Trump dengan "logika mengerikan" yang dipakai Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membenarkan serangan ke Ukraina. Mirip, tapi konteksnya berbeda.
Menurut analisis Sanders, di balik semua ini ada upaya Trump menghidupkan kembali Doktrin Monroe. Sebuah pandangan usang yang menganggap AS punya hak untuk mendominasi Amerika Latin. Ambisi lain yang juga tercium kuat adalah keinginan menguasai cadangan minyak Venezuela, yang terbesar di dunia. Sanders tak ragu menyebutnya sebagai imperialisme gaya baru.
"Ini adalah imperialisme terang-terangan," tegas Sanders.
"Ini mengingatkan kita pada babak-babak paling gelap intervensi AS di Amerika Latin, yang telah meninggalkan warisan mengerikan. Hal ini akan dan harus dikutuk oleh dunia demokrasi."
Di akhir pernyataannya, Sanders memberikan saran atau lebih tepatnya, tuntutan kepada Trump. Alih-alih mengobarkan konflik di luar negeri, sebaiknya Presiden AS itu fokus menyelesaikan berbagai krisis dalam negeri. Bagi Sanders, dengan tindakan seperti ini, Trump telah gagal menjalankan tugas utamanya sebagai pemimpin.
Artikel Terkait
Lumpur dan Kayu Sisa Bencana Disulap Jadi Material Rehabilitasi
Tito Gandeng BRIN dan BIG untuk Petakan Hunian Korban Bencana Sumatera
Mendagri Izinkan Warga Gunakan Kayu Gelondongan untuk Bangun Kembali Rumah
Malam Mencekam di Jalan Irian Kepi: Pemuda Mabuk Bacok Pengendara Motor