Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1) lalu, tim pengacara Nadiem Makarim tak tinggal diam. Mereka melayangkan eksepsi, menolak keras dakwaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek itu. Intinya, mereka bilang jaksa salah besar.
Keberatan utama mereka berkisar pada angka fantastis Rp 809 miliar. JPU menuding itulah uang yang diterima Nadiem. Tapi bagi pengacaranya, angka itu ngawur. Mereka malah menunjukkan fakta sebaliknya: kekayaan Nadiem justru anjlok drastis di tahun 2023.
“Fakta justru membantah klaim JPU soal ‘memperkaya diri sendiri’. Pada 2023, nilai aset Terdakwa turun sangat tajam, sekitar Rp 1,524 triliun. Padahal di tahun 2022, hartanya tercatat Rp 5,590 triliun,” ujar pengacara Nadiem, Tetty Diansari, di hadapan majelis hakim.
Menurut Tetty, penurunan itu murni imbas gejolak pasar. Harga saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yang dimiliki Nadiem sedang terpuruk. “Ini murni dinamika pasar dan risiko investasi,” tegasnya. Bukan karena ada aliran dana haram.
Di sisi lain, tim hukum ini juga menekankan satu hal krusial: jaksa dinilai gagal membuktikan adanya aliran dana korupsi. Uang dari mana pun, entah dari anggaran kementerian, vendor laptop, atau dari Google, sama sekali tak ditemukan mengalir ke kantong pribadi Nadiem.
“Ketiadaan aliran dana ini jelas. Unsur ‘memperkaya diri’ cuma konstruksi tanpa dasar,” sambung Tetty.
Mereka juga menyoroti dakwaan soal hubungan antara kebijakan ChromeOS dengan investasi Google ke PT AKAB. Menurut pengacara, jaksa tak mampu menunjukkan hubungan sebab-akibat yang logis. “Tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan Google berinvestasi karena kebijakan Nadiem,” tambah Tetty.
Dengan berbagai argumentasi itu, mereka meminta hakim membatalkan surat dakwaan. Dakwaan dinilai disusun secara tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit