Gencatan Senjata di Lebanon Selatan: Damai yang Rapuh di Tengah Serangan dan Tuduhan

- Senin, 05 Januari 2026 | 08:36 WIB
Gencatan Senjata di Lebanon Selatan: Damai yang Rapuh di Tengah Serangan dan Tuduhan

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, tampaknya meragukannya. Lewat platform X, ia mengakui upaya pemerintah Lebanon, namun menilai itu "masih jauh dari cukup." Alasannya, menurutnya, Hizbullah terus berusaha mempersenjatai diri kembali dengan sokongan Iran.

Memang, Israel kerap mempertanyakan efektivitas militer Lebanon dan menuduh Hizbullah membangun kembali arsenalnya. Sementara itu, kelompok bersenjata itu sendiri bersikukuh menolak untuk menyerahkan senjata mereka.

Korban jiwa terus berjatuhan. Sejak gencatan senjata diberlakukan, setidaknya 350 orang di Lebanon telah tewas akibat tembakan Israel. Angka itu berdasarkan hitungan AFP yang merujuk pada data kementerian kesehatan setempat. Sebuah angka yang menyiratkan bahwa ketegangan di perbatasan utara Israel ini masih jauh dari kata usai.


Halaman:

Komentar