Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, tampaknya meragukannya. Lewat platform X, ia mengakui upaya pemerintah Lebanon, namun menilai itu "masih jauh dari cukup." Alasannya, menurutnya, Hizbullah terus berusaha mempersenjatai diri kembali dengan sokongan Iran.
Memang, Israel kerap mempertanyakan efektivitas militer Lebanon dan menuduh Hizbullah membangun kembali arsenalnya. Sementara itu, kelompok bersenjata itu sendiri bersikukuh menolak untuk menyerahkan senjata mereka.
Korban jiwa terus berjatuhan. Sejak gencatan senjata diberlakukan, setidaknya 350 orang di Lebanon telah tewas akibat tembakan Israel. Angka itu berdasarkan hitungan AFP yang merujuk pada data kementerian kesehatan setempat. Sebuah angka yang menyiratkan bahwa ketegangan di perbatasan utara Israel ini masih jauh dari kata usai.
Artikel Terkait
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta