Penyelidikan Polisi: Ada Unsur Kelalaian?
Di sisi lain, proses hukum terus berjalan. Polisi memastikan penyidikan atas insiden nahas ini berlanjut. Menurut Kombes Henry, kini tahapannya masuk analisis dan evaluasi untuk mengungkap penyebab pastinya.
“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” tegas Henry.
Penyidik dari Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat sudah memeriksa awak kapal dan beberapa pihak terkait operasional wisata. Mereka mengulik segala hal, mulai dari cara mengendalikan kapal, kondisi mesin, sampai prosedur keselamatan saat darurat.
Bukti-bukti dan dokumen kapal juga sudah diamankan. Semuanya akan dianalisis sebelum nantinya menentukan status hukum.
“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinyatakan cukup,” ujar Henry.
Ia menegaskan, langkah ini untuk keadilan keluarga korban. Juga sebagai pengingat keras bagi pelaku usaha wisata bahari agar keselamatan jadi prioritas utama.
“Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik,” tutupnya.
Sebelumnya diketahui, kapal pinisi yang membawa Martin, istrinya, dan empat anaknya itu tenggelam diterjang gelombang di Selat Pulau Padar pada Jumat malam (26/12). Dari kejadian itu, tujuh orang selamat, termasuk sang istri, Mar Martinez Ortuno, dan seorang anak perempuannya.
Kini, setelah Fernando ditemukan, yang masih hilang adalah kedua putranya: Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Pencarian untuk mereka berdua terus digenjot, meski harapan makin tipis.
Artikel Terkait
Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Kesehatan dan Pelapor yang Berbalik Jadi Tersangka
Tim Bogor Bergerak Cepat Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Prabowo Bertekad Hentikan Impor Pangan dalam Satu Tahun
Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa hingga Petani Biasa di Puncak Panen Raya Karawang