Prawirotaman: Jantung Yogya yang Berdetak dalam Sunyi

- Senin, 05 Januari 2026 | 04:00 WIB
Prawirotaman: Jantung Yogya yang Berdetak dalam Sunyi

Rasa nyaman yang sama diakui oleh Anna Müller, turis asal Jerman berusia 29 tahun. Baginya, Prawirotaman menawarkan sesuatu yang spesial.

"Saya merasa seperti tinggal di lingkungan lokal, bukan di area wisata yang terlalu ramai," katanya.

Intinya, Prawirotaman membuktikan satu hal: pariwisata tidak harus menghapus identitas asli. Meski di malam hari dihiasi lampu temaram dan alunan musik akustik, nilai-nilai kebersamaan dan toleransi khas Yogya tetap jadi fondasi utamanya.

Jadi, kawasan ini bukan cuma tempat untuk menginap atau sekadar berfoto. Lebih dari itu, Prawirotaman adalah contoh nyata bagaimana sebuah kota bisa merangkul dunia luar tanpa kehilangan jati dirinya sedikit pun. Suasana yang sulit didapatkan di banyak tempat lain.

Thalita Amanda Zeta Salsabila
Mahasiswi SI Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta


Halaman:

Komentar