Menanggapi situasi ini, pemerintah punya tiga skenario untuk kegiatan belajar mengajar. Skenario ini dibagi berdasarkan waktu penanganan.
Pertama, masa tanggap darurat yang berlangsung 0 sampai 3 bulan. Lalu masa transisi antara 3 hingga 12 bulan. Terakhir, masa pemulihan yang bisa memakan waktu 1 sampai 3 tahun ke depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa metode pembelajaran nanti harus sangat adaptif.
“Metode pembelajaran bersifat fleksibel dan adaptif, termasuk pengembangan bahan belajar darurat,”
ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa lalu.
Intinya, semua pihak berupaya keras. Dari lapangan sampai level kebijakan, semuanya bergerak agar bunyi bel sekolah bisa segera kembali terdengar.
Artikel Terkait
Paradoks Kebahagiaan Indonesia: Peringkat Dunia yang Bertolak Belakang
Bareskrim Bobol 21 Situs Judi Online, Sita Aset Hampir Rp 97 Miliar
Politisi Bocorkan Dana 20 Miliar untuk Kursi, Rakyat Kecil yang Dituduh
Han Ji Min dan Lee Joon Hyuk Bawa Kisah CEO Dingin dan Sekretaris Idaman di Love Scout