Menanggapi situasi ini, pemerintah punya tiga skenario untuk kegiatan belajar mengajar. Skenario ini dibagi berdasarkan waktu penanganan.
Pertama, masa tanggap darurat yang berlangsung 0 sampai 3 bulan. Lalu masa transisi antara 3 hingga 12 bulan. Terakhir, masa pemulihan yang bisa memakan waktu 1 sampai 3 tahun ke depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa metode pembelajaran nanti harus sangat adaptif.
“Metode pembelajaran bersifat fleksibel dan adaptif, termasuk pengembangan bahan belajar darurat,”
ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa lalu.
Intinya, semua pihak berupaya keras. Dari lapangan sampai level kebijakan, semuanya bergerak agar bunyi bel sekolah bisa segera kembali terdengar.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Cuaca Bervariasi, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sulsel
Damkar Mamuju Evakuasi Piton 6 Meter yang Memangsa Kambing Warga
BMKG Prakirakan Cuaca Makassar Berawan Sepanjang Hari Minggu
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp5 Miliar ke Pejabat Bawahan