Ia mendesak Jokowi untuk menangani kondisi kesehatannya dengan serius. Caranya? Dengan mempertimbangkan rumah sakit di luar negeri yang punya teknologi dan dokter ahli di bidangnya. "Saya sudah searching hospital yang memiliki dokter dan medikasi teknologi super canggih tentang penyakit autoimun," tulisnya. Pengobatan dalam negeri, di matanya, belum memadai.
Di sisi lain, Dokter Tifa juga meminta Presiden untuk melepaskan diri dari polemik ijazah. Urusan itu, katanya, biarlah ditangani pihak lain seperti Roy Suryo dan kawan-kawannya. Ia bahkan menyelipkan soal riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Solusi akhir yang ia tawarkan terkesan radikal: Jokowi sebaiknya menjalani masa pemulihan di luar negeri. Amerika Serikat, Kanada, atau Jerman bisa jadi pilihan. Tujuannya satu: fokus pada pemulihan kesehatan tanpa diganggu tekanan politik yang tak ada habisnya.
Begitulah pesan penutupnya. Sebuah seruan yang memadukan keprihatinan medis dan komentar politik, disampaikan dengan gaya khasnya yang blak-blakan.
Artikel Terkait
Prabowo Ungkap Godaan Sogok dan Target MBG 2026 di Tengah Sawah Karawang
Paradoks Kebahagiaan Indonesia: Peringkat Dunia yang Bertolak Belakang
Bareskrim Bobol 21 Situs Judi Online, Sita Aset Hampir Rp 97 Miliar
Politisi Bocorkan Dana 20 Miliar untuk Kursi, Rakyat Kecil yang Dituduh