JAKARTA – Menjelang semester baru yang dimulai 5 Januari 2026, proses pembersihan sekolah-sekolah di Aceh yang porak-poranda akibat bencana kini dikebut. Personel TNI AD bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan satu tujuan: memastikan anak-anak bisa kembali belajar.
Aksi bersih-bersih ini sudah berjalan sejak Sabtu lalu. Mereka menyasar puluhan sekolah, mulai dari MIN 29 Aceh Utara, SMAN 1 Baktiya, hingga SDN 7 Kuala Simpang di Aceh Tamiang. Daftarnya panjang. Ada juga TK Pelangi, SDN Grong-Grong, Pondok Dayah Asasul Huda, dan banyak lagi.
Di lapangan, para personel banyak dari Satgas Penanggulangan Bencana tak cuma membersihkan bagian dalam ruangan. Mereka juga menangani lumpur yang sudah mengeras di halaman, menyiramnya dengan air, dan mengangkut tumpukan sampah serta material sisa banjir dan longsor yang berserakan.
Kondisi tiap sekolah ternyata berbeda-beda. Di SDN 7 Kuala Simpang, pembersihan sudah menunjukkan hasil signifikan. Lantai kelas bersih, rak-rak mulai ditata rapi. Namun begitu, situasi di MIN 2 Meurah Dua tampak lebih berat. Lumpur masih menumpuk di halaman, bangku-bangku berantakan di luar, dan untuk mengatasinya, alat berat seperti ekskavator pun harus diturunkan.
Pemerintah sendiri sudah menegaskan bahwa tahun ajaran baru harus tetap berjalan sesuai jadwal. Menko PMK Pratikno, pada Minggu lalu, menyatakan kesiapan pemerintah menyediakan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara untuk sekolah yang rusak parah.
Artikel Terkait
Paradoks Kebahagiaan Indonesia: Peringkat Dunia yang Bertolak Belakang
Bareskrim Bobol 21 Situs Judi Online, Sita Aset Hampir Rp 97 Miliar
Politisi Bocorkan Dana 20 Miliar untuk Kursi, Rakyat Kecil yang Dituduh
Han Ji Min dan Lee Joon Hyuk Bawa Kisah CEO Dingin dan Sekretaris Idaman di Love Scout