Di awal Januari 2026, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang sulit untuk dilupakan. Rekamannya menunjukkan seorang tentara Israel menembakkan senjatanya bukan ke sasaran militer, tapi ke arah bangunan-bangunan sipil di Gaza. Rumah-rumah warga, tempat keluarga-keluarga pengungsi berusaha bertahan, menjadi sasaran tembakan yang tampak acak itu.
Menurut sejumlah saksi dan laporan yang beredar, aksi itu dilakukan dalam rangka merayakan Tahun Baru. Ya, merayakan. Suara tembakan di malam hari dianggap sebagai bagian dari pesta mereka. Sungguh, gambaran yang sangat kontras dengan keadaan sebenarnya di tanah Gaza saat itu.
Di sisi lain, lokasi kejadian spesifik memang masih diperdebatkan. Namun, intinya sama: kejadian ini terjadi di Jalur Gaza, di tengah masyarakat yang sudah hidup dalam ketakutan akibat eskalasi konflik. Keadaan mereka memang sudah sangat memprihatinkan.
Artikel Terkait
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan
Mantan Misionaris yang Berburu Cacat Al-Quran, Justru Tersungkur di Ayat Ini