Di tengah situasi mencekam, pemerintah Venezuela berusaha membangkitkan semangat nasionalisme. Mereka bersumpah menghadapi intervensi asing ini dengan semangat perjuangan Simón Bolívar, menekankan bahwa hak menentukan nasib sendiri tidak boleh diganggu gugat.
Namun begitu, kekacauan justru muncul dari dalam. Setelah Presiden AS Donald Trump dengan bangga mengklaim pasukan Delta Force telah menangkap Maduro beserta istrinya, pemerintah Venezuela justru mengaku gelap. Mereka tidak tahu di mana keberadaan pemimpin mereka.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez dengan lantang menuntut bukti.
“Kami menuntut bukti kehidupan segera dari Presiden Nicolás Maduro dan ibu negara Cilia Flores,”
katanya, memperdalam misteri dan ketegangan antara kedua negara.
Klaim Trump dan Dakwaan Berat
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut operasi itu sebagai keberhasilan besar. Ia mengklaim Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa ke kapal serbu amfibi USS Iwo Jima, untuk kemudian diadili di New York.
“Presiden Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan kelur dari negara itu,”
tulis Trump.
Jaksa Agung AS Pam Bondi kemudian membeberkan dakwaan berat terhadap Maduro, mulai dari konspirasi narkoterorisme hingga kepemilikan senjata mesin. Semua ini, menurut AS, menjadi dasar hukum operasi mereka.
Kilang Minyak Aman, RI Pantau WNI
Di tengah gejolak, ada kabar sedikit melegakan dari sektor energi. Pemerintah Venezuela menyatakan fasilitas produksi dan pengolahan minyaknya tidak terdampak serangan. Operasi kilang dilaporkan tetap berjalan normal. Meski Pelabuhan La Guaira dekat Caracas rusak parah, pelabuhan itu bukanlah pintu ekspor minyak utama.
Sementara itu, dari Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh Warga Negara Indonesia di Venezuela dalam keadaan aman. Pemerintah terus memantau situasi dan mengimbau WNI untuk tetap tenang namun waspada, serta berkomunikasi dengan KBRI setempat.
Indonesia juga tak lupa menyuarakan prinsip. Kemlu RI menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, menekankan bahwa jalan damai adalah satu-satunya solusi yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit