Mantan ProJo Buka Suara: Lagu Baru Slank Itu Cermin Negeri yang Sakau Kuasa!

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:25 WIB
Mantan ProJo Buka Suara: Lagu Baru Slank Itu Cermin Negeri yang Sakau Kuasa!

Slank Rilis "Republik Fufufafa", Eks ProJo: "Fufufafa Itu Sakau Kuasa!"

Forum Keadilan TV baru-baru ini menghadirkan pembicaraan menarik. Dalam acara yang dipandu Margi Syarif, Budianto Tarigan mantan Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (ProJo) periode 2014-2019 ikut berbincang. Topiknya? Lagu baru Slank yang sedang ramai diperbincangkan.

Band legendaris itu memang baru merilis lagu berjudul "Republik Fufufafa". Ditulis oleh Bimbim, lagu ini menggambarkan sebuah negeri yang kacau balau. Tapi, apa sebenarnya maksud di balik lirik-liriknya? Kritik sosialkah? Atau ada pesan lain yang lebih spesifik?

Budianto Tarigan punya pandangannya sendiri. Menurut dia, lagu ini bukan sekadar karya biasa. "Slank kalau bikin lagu, pesannya penuh syarat. Selalu ada pesan moral dan etika, terutama dari sisi kritik sosial," ujarnya.

Dia mengakui, Slank dan para slanker dulunya adalah salah satu mesin politik untuk Jokowi. "Kita merasakan betul di 2014, bagaimana mencari dukungan. Puncaknya waktu konser Salam Dua Jari di GBK. ProJo waktu itu mengerahkan bis-bis untuk mendukung," kenang Budianto.

Namun begitu, situasinya kini berubah. Slank seolah kembali ke fitrahnya sebagai grup musik yang slengean dan vokal menyuarakan kritik. Budianto sendiri mengaku nasibnya mirip: dulu pendukung berat, sekarang sudah "tobat".

Lalu, apa kaitan lagu ini dengan kekuasaan?

"Lagu Republik Fufufafa ini dibuat dari fakta," tegas Budianto. Dia meyakini lagu itu mengonfirmasi adanya kekuatan di luar rezim yang sekarang berkuasa. Kekuatan yang mengendalikan permainan dari balik layar.

Margi Syarif mendesak, "Pengendalian apa yang dimaksud?"

"Jelas, mereka mengendalikan politik, hukum, ekonomi. Masih mereka kuasai," jawab Budianto tanpa ragu. Dia lalu menyindir kondisi yang timpang. "Kita tahu ada tambang, batubara, nikel, hutan. Tapi stunting tinggi. Gila kan?"

Pertanyaan besarnya, menurut Budianto, apakah pemerintahan sekarang akan berdiam diri dengan keadaan ini.

Justru, dia berterima kasih pada Slank. "Saya malah berterima kasih. Sebagai slanker, lagu ini mengingatkan kita bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja," katanya. Dia mengaku, dulu dia dan banyak orang adalah "penyembah" Jokowi yang sejati. "Sepanjang jalan awalnya baik. Ternyata kita dibohongi. Pada akhirnya sadar juga."

Lantas, berapa banyak orang yang merasakan hal serupa?

"Udah banyak, sebenarnya. Cuma nggak berani ngomang," ucap Budianto singkat.

Nuansa naratif dalam lagu Slank itu memang keras. Liriknya menyoroti negeri kacau balau, stunting, kurang gizi, hingga perilaku yang dianggap tidak sopan. Margi Syarif pun membacakan sebagian syairnya:

Aku lahir di negri kacau balau
Orang-orangnya pada sakau sakau
Sakau kuasa
sakau narkoba...

Negri stunting dan kurang gizi
IQ rata-rata setara dengan monkey

Pada gak sopan juga kurang ajar
Pada sok tahu dan juga belagu...

Lagu "Republik Fufufafa" jelas bukan sekadar hiburan. Ia adalah sindiran tajam, sebuah cermin yang dihadapkan pada keadaan negeri. Dan lewat lagu ini, Slank seakan mengajak semua orang untuk membuka mata: melihat, lalu bertanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar