Menurut Lieberman, kebijakan itu terkesan seperti langkah-langkah dadakan di menit-menit terakhir jabatan Adams, yang tujuannya jelas: membungkus pandangan yang tak sejalan dengan posisinya.
“Makanya, wajar saja kalau pemerintahan baru langsung membatalkannya,” ujarnya.
Lieberman juga menekankan prinsip dasar yang menurutnya harus dijunjung.
“Hak untuk berbicara bebas tidak boleh bergantung pada isi pembicaraannya. Prinsip ini berlaku untuk semua opini tentang Israel atau Gaza, untuk aktivisme politik sekitar konflik itu, dan tentu saja untuk isu-isu politik lainnya,” tegas Lieberman.
Artikel Terkait
Pilkada via DPRD: Efisiensi yang Menggerus Kedaulatan Rakyat
Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru 2021 di Malam Pergantian 2026
Tukang Lumpia Dago: Dari TikTok ke Gerobak dengan Jas dan Dasi
Prabowo Salah Ucap Tahun Baru, Versi Dirapi Justru Bikin Publik Tertawa