Menurut Lieberman, kebijakan itu terkesan seperti langkah-langkah dadakan di menit-menit terakhir jabatan Adams, yang tujuannya jelas: membungkus pandangan yang tak sejalan dengan posisinya.
“Makanya, wajar saja kalau pemerintahan baru langsung membatalkannya,” ujarnya.
Lieberman juga menekankan prinsip dasar yang menurutnya harus dijunjung.
“Hak untuk berbicara bebas tidak boleh bergantung pada isi pembicaraannya. Prinsip ini berlaku untuk semua opini tentang Israel atau Gaza, untuk aktivisme politik sekitar konflik itu, dan tentu saja untuk isu-isu politik lainnya,” tegas Lieberman.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes