Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tim Forensik Turun Tangan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 17:24 WIB
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tim Forensik Turun Tangan

Suasana mencekam menyelimuti sebuah rumah di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di dalamnya, satu keluarga ditemukan tewas. Berita duka ini langsung menarik perhatian penuh aparat. Tak lama setelah laporan masuk, tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri pun bergerak cepat menuju lokasi untuk memulai olah TKP.

Menurut pantauan di lapangan, tim forensik itu tiba sekitar pukul tiga lewat empat puluh tiga menit sore. Mereka membawa peralatan-peralatan khusus, langsung menyiapkan diri untuk bekerja. Beberapa anggota polisi yang sudah lebih dulu standby di lokasi ikut masuk ke dalam rumah. Sementara itu, di luar, warga sekitar mulai berkerumun. Rasa ingin tahu mereka besar, meski area itu sudah dibatasi dengan garis polisi yang khas.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, membenarkan peristiwa tragis ini. Ia menyebut bahwa penyelidikan awal sudah dilakukan oleh pihaknya.

“Sudah dilakukan olah TKP dan dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok,” jelas Maryati, Jumat (2/1).

Namun begitu, ketika ditanya soal dugaan penyebab kematian, Maryati memilih berhati-hati. Ia enggan berkomentar lebih jauh.

“Masih dalam penyelidikan,” ujarnya singkat.

“Nanti setelah hasil penyelidikan kami infokan kembali,” tambah dia, menutup kemungkinan spekulasi.

Korban yang meninggal dunia dalam insiden ini adalah Siti Solihah (50), sang ibu; disusul putri pertamanya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28); dan anak bungsu, Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sedangkan satu anggota keluarga lain, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), berhasil diselamatkan dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian ini pertama kali terbuka ketika anak kedua keluarga itu pulang kerja. Sekitar pukul delapan pagi, ia menemukan kondisi yang mengerikan: anggota keluarganya terbaring tak bernyawa dengan mulut berbusa. Sebuah pemandangan yang pastinya tak akan pernah terlupakan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar