Demikian penegasan Asep dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/1/2026) itu. Ia menyebut kombinasi personel yang siaga dan peralatan lengkap sebagai kunci utama. Semua dikerahkan agar kebersihan kota terjaga, saat perayaan berlangsung maupun setelahnya.
Namun begitu, malam tahun baru kali ini punya tantangan sendiri. Hujan ringan sempat mengguyur beberapa titik. Yang lebih merepotkan, kepadatan pedagang kaki lima di sepanjang Sudirman-Thamrin. Kondisi itu memaksa proses pembersihan dilakukan lebih intensif, banyak yang manual pakai sapu dan pengki.
Asep tak lupa mengapresiasi dedikasi anak buahnya. Para Pasukan Oranye itu bekerja tanpa lelah sejak malam hingga menjelang subuh. Penanganannya memang menyeluruh, mencakup jalan utama, trotoar, taman kota, hingga fasilitas umum. Semua dikerjakan dengan armada dan sarana yang mereka punya.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga mendapat pujian. Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya, kata Asep, sangat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersihan ini. Agar Jakarta tetap nyaman untuk setiap orang.
Artikel Terkait
Iran Berduka: Enam Tewas dalam Kerusuhan Akibat Protes Ekonomi
Prabowo dan BRICS: Bebas Aktif atau Pergeseran Haluan?
Tragedi Api di Crans-Montana: Pesta Tahun Baru Berubah Jadi Malapetaka
Tragedi Api di Bar Swiss, Pesta Tahun Baru Berujung Duka