Kabut tipis masih menyelimuti pagi di Aceh Tamiang ketika Presiden Prabowo Subianto tiba. Kamis pertama di tahun baru itu, ia memilih untuk meninjau langsung pembangunan Huntara hunian sementara bagi warga yang rumahnya porak-poranda diterjang bencana.
Kendaraan dinasnya, mobil Maung putih, tampak penuh coretan lumpur dan debu. Medan menuju lokasi jelas tidak mudah. Tapi justru itu mungkin yang membuat kedatangannya terasa lebih berarti. Ribuan warga sudah menunggu, menyambutnya dengan sorak dan senyuman hangat.
Setelah melewati gapura bertuliskan ‘Rumah Hunian Danantara’, Prabowo langsung menyatu dengan kerumunan. Ia menyalami banyak orang, berjabat tangan, bahkan sempat mencium kening seorang anak laki-laki kecil yang memakai peci. Suasana terasa akrab, bukan sekadar kunjungan formal belaka.
Baru setelah itu, ia memulai pengecekan fisik bangunan yang merupakan hasil kolaborasi sejumlah BUMN itu.
Yang langsung mencolok dari kompleks ini adalah kesannya yang jauh dari gambaran hunian darurat yang suram. Deretan rumah-rumah itu tertata rapi. Di sela-selanya, jalan akses sudah mulai ditumbuhi rumput hijau, memberi nuansa asri yang menenangkan. Prabowo tak cuma melihat dari luar. Ia menyempatkan diri masuk ke dalam salah satu unit, memeriksa langsung kualitasnya.
“Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi, meringankan penderitaan rakyat kita,”
Artikel Terkait
Tawuran di Terowongan Manggarai Ricuh, Kembang Api dan Pecahan Kaca Bikin Pengendara Terjebak
Direktur dan Kepala Mesin Jadi Tersangka Ledakan Dahsyat di Pabrik Farmasi Tangerang
Tito Karnavian: Keuchik Kunci Percepatan Bantuan Rumah Rusak di Aceh
Serangan Drone Hanguskan Kafe di Kherson, 24 Warga Dilaporkan Tewas