Kabut tipis masih menyelimuti pagi di Aceh Tamiang ketika Presiden Prabowo Subianto tiba. Kamis pertama di tahun baru itu, ia memilih untuk meninjau langsung pembangunan Huntara hunian sementara bagi warga yang rumahnya porak-poranda diterjang bencana.
Kendaraan dinasnya, mobil Maung putih, tampak penuh coretan lumpur dan debu. Medan menuju lokasi jelas tidak mudah. Tapi justru itu mungkin yang membuat kedatangannya terasa lebih berarti. Ribuan warga sudah menunggu, menyambutnya dengan sorak dan senyuman hangat.
Setelah melewati gapura bertuliskan ‘Rumah Hunian Danantara’, Prabowo langsung menyatu dengan kerumunan. Ia menyalami banyak orang, berjabat tangan, bahkan sempat mencium kening seorang anak laki-laki kecil yang memakai peci. Suasana terasa akrab, bukan sekadar kunjungan formal belaka.
Baru setelah itu, ia memulai pengecekan fisik bangunan yang merupakan hasil kolaborasi sejumlah BUMN itu.
Yang langsung mencolok dari kompleks ini adalah kesannya yang jauh dari gambaran hunian darurat yang suram. Deretan rumah-rumah itu tertata rapi. Di sela-selanya, jalan akses sudah mulai ditumbuhi rumput hijau, memberi nuansa asri yang menenangkan. Prabowo tak cuma melihat dari luar. Ia menyempatkan diri masuk ke dalam salah satu unit, memeriksa langsung kualitasnya.
“Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi, meringankan penderitaan rakyat kita,”
ujarnya, menyampaikan pokok pikiran di tengah-tengah warga.
Di dalam, tiap unit ternyata cukup fungsional. Ada satu pintu dan jendela untuk sirkulasi udara. Untuk kebutuhan dasar, sudah tersedia dua tempat tidur, sebuah lemari, kipas angin, plus meja makan. Mereka memikirkan hal-hal kecil juga: di depan tiap rumah disediakan kursi taman buat bersantai, dan pot-pot tanaman menghiasi pintu masuk.
Hal teknis yang vital juga tak terlupakan. Setiap hunian punya meteran listrik mandiri. Dan yang cukup mengesankan, tersedia akses internet wifi gratis dari Telkom Indonesia. Jadi, meski statusnya ‘sementara’, warga di sini tetap bisa terhubung dengan dunia luar.
Tak cuma rumah tinggal. Kompleks ini juga dilengkapi klinik kesehatan dan area bermain untuk anak-anak. Semua dibangun dengan konsep modular, yang memungkinkan pengerjaan cepat tanpa harus asal-asalan.
Dalam kunjungannya, Presiden didampingi sejumlah nama seperti Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Kehadiran fasilitas yang terbilang lengkap ini diharapkan bukan cuma memulihkan tempat tinggal, tapi juga membantu penyembuhan psikologis dan ekonomi warga Aceh Tamiang. Pasca bencana, kehidupan harus segera berdenyut lagi. Dan ini adalah langkah awalnya.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan
Komisi III DPR RI Kutuk Keras Kematian Nizam, Polres Sukabumi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan