GSBK Soroti Anggaran Souvenir DPRD DKI Rp12,9 Miliar, Desak Kejati Usut Tuntas

- Kamis, 01 Januari 2026 | 16:50 WIB
GSBK Soroti Anggaran Souvenir DPRD DKI Rp12,9 Miliar, Desak Kejati Usut Tuntas

Dia punya kecurigaan kuat. Mekanisme itu, kata dia, sengaja dipilih supaya detail pembeliannya susah dilacak, baik oleh publik maupun lembaga pengawas.

“Ini kan mencurigakan. Masyarakat nggak bisa tahu rinciannya, padahal nilainya puluhan miliar,” lanjutnya.

Dalam rilisnya, GSBK juga membeberkan sederet item pengadaan yang mereka anggap patut diselidiki. Beberapa di antaranya adalah Penyediaan Kebutuhan Rumah Tangga DPRD untuk Souvenir Tahap I senilai Rp200,9 juta, lalu ada lagi belanja serupa sebesar Rp1,7 miliar. Lalu ada paket-paket belanja souvenir dan cenderamata tamu yang nilainya fantastis: Paket 5 (Rp2,7 miliar), Paket 2 (Rp2 miliar), Paket 3 (Rp2,2 miliar), dan Paket 4 (Rp2,6 miliar). Ditambah lagi belanja cenderamata untuk penunjang kegiatan pimpinan dewan yang muncul dua kali, masing-masing Rp319,2 juta, serta penyediaan kebutuhan rumah tangga lain sebesar Rp550 juta.

“Kalau dijumlah semua, ya totalnya Rp12,9 miliar itu. Cuma untuk souvenir dan cenderamata. Rasanya nggak masuk akal, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih susah,” kata Febri.

Karena itu, desakan mereka jelas. GSBK minta Kejati DKI segera memanggil dan memeriksa Kepala Sekretariat DPRD DKI. Tujuannya satu: mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang sedemikian besar itu.

“Ini uang rakyat Jakarta. Kejati DKI jangan cuma diam. Harus ada penyelidikan, biar publik tahu ini cuma pemborosan biasa atau ada pelanggaran hukum di dalamnya,” pungkas Febri.


Halaman:

Komentar