Evaluasi DPRD DKI 2025: Rp12,9 Miliar untuk Souvenir, GSBK Tagih Kejati Turun Tangan
Laporan evaluasi akhir tahun DPRD DKI Jakarta lagi-lagi jadi bahan perbincangan panas. Kali ini, Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK) yang angkat bicara. Mereka menyoroti habis-habisan anggaran Sekretariat DPRD yang dinilai jebol untuk hal yang kurang substansial sepanjang 2025.
Koordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, tak tanggung-tanggung menyebut angka. Dalam rilis yang beredar ke media pada Kamis (1/1/2026), dia bilang Sekretariat DPRD DKI punya kebiasaan borong souvenir dan cenderamata dengan nilai yang bikin geleng-geleng.
“Anggarannya bukan main. Bukan cuma ratusan juta, atau satu miliar. Tapi tembus Rp12,9 miliar. Ini jelas pemborosan uang rakyat,” tegas Febri.
Menurutnya, besarnya angka itu sudah cukup alasan untuk menduga ada yang tidak beres. GSBK pun mendesak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta buat turun tangan dan mengusutnya. Soalnya, pengadaan semua souvenir itu dilakukan lewat sistem e-purchasing e-katalog, yang katanya justru bikin semuanya jadi kurang transparan.
“Kejati DKI harus turun gunung. Sistem e-katalog ini malah bikin gelap dari pantauan kita. Nggak jelas berapa banyak barangnya, harga per itemnya juga nggak transparan,” ujar Febri.
Artikel Terkait
Overdo: Drama Tiongkok 2026 yang Siap Hancurkan Hati Penonton dengan Romansa Tragis di Era Shanghai
Bayi 6 Bulan Tewas Dihajar Ayah Kandung di Warung Sembako
Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, dari Jabat Tangan hingga Cek Kualitas Rumah
Pencarian Tiga Warga Spanyol di Labuan Bajo Diperpanjang Hingga 4 Januari