Di Aceh Tamiang, Kamis lalu, Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi untuk membahas pembangunan hunian pascabencana. Namun, dalam kesempatan itu, perhatiannya justru tertuju pada suatu fenomena yang menurutnya mengganggu.
Presiden menyoroti segelintir pihak yang dinilainya kerap bersikap negatif terhadap pemerintah, khususnya dalam penanganan bencana di Sumatera. Ia mengaku kerap memantau komentar-komentar yang beredar.
“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya. Yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” ujar Prabowo.
Kritik itu, lanjutnya, bahkan kerap menyasar para menterinya yang turun langsung ke lokasi bencana. Menurut Prabowo, kedatangan mereka justru punya tujuan konkret: mempercepat penyaluran bantuan, bukan sekadar pencitraan.
“Saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu,” ujarnya.
Artikel Terkait
Akademikus Rismon Sianipar Buka Suara: Wapres Gibran Tak Lulus SMA dalam Buku Baru
Tito Desak Kepala Daerah Aceh Percepat Data Kerusakan Rumah
Tiga Polisi Lumajang Naik Pangkat Usai Sabet Emas SEA Games
Di Stasiun Bersejarah, Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York