Prabowo Soroti Komentator yang Selalu Lihat Pemerintah dari Sisi Negatif

- Kamis, 01 Januari 2026 | 14:30 WIB
Prabowo Soroti Komentator yang Selalu Lihat Pemerintah dari Sisi Negatif

Di Aceh Tamiang, Kamis lalu, Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi untuk membahas pembangunan hunian pascabencana. Namun, dalam kesempatan itu, perhatiannya justru tertuju pada suatu fenomena yang menurutnya mengganggu.

Presiden menyoroti segelintir pihak yang dinilainya kerap bersikap negatif terhadap pemerintah, khususnya dalam penanganan bencana di Sumatera. Ia mengaku kerap memantau komentar-komentar yang beredar.

“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya. Yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” ujar Prabowo.

Kritik itu, lanjutnya, bahkan kerap menyasar para menterinya yang turun langsung ke lokasi bencana. Menurut Prabowo, kedatangan mereka justru punya tujuan konkret: mempercepat penyaluran bantuan, bukan sekadar pencitraan.

“Saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu,” ujarnya.

Namun begitu, ia tak lantas membungkam semua suara sumbang itu. Prabowo justru meminta jajarannya para menteri dan kepala daerah untuk tak mudah menyerah dan terus fokus pada pemulihan.

Semua kritikan, bahkan yang terasa seperti fitnah sekalipun, ia sarankan untuk diterima dengan lapang dada.

“Semua itu kita terima sebagai ya sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, walaupun itu fitnah, itu kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar tapi itu jadi waspada bagi kita ya,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan prinsip kerjanya yang mengutamakan bukti nyata. “Jadi, saudara-saudara saya percaya dengan bukti, evidence based itu cara bekerja saya,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar