Daerah dengan topografi curam, seperti area pegunungan atau dekat tebing, harus ekstra hati-hati. Risiko longsor dan jalan licin mengintai. Belum lagi kemungkinan pohon tumbang atau jarak pandang yang tiba-tiba menyempit saat hujan mengguyur deras.
Nah, bagaimana cara mengikuti perkembangannya? BMKG menyarankan masyarakat untuk rajin memantau informasi terbaru lewat kanal resmi. Bisa lewat citra radar WOFI di situs mereka, cek peringatan dini tiga harian, atau pantau langsung peringatan cuaca 2-3 jam ke depan di media sosial @infobmkgjuanda. Untuk yang lebih langsung, ada layanan telepon 24 jam di (031) 8668989 dan WhatsApp 0895-8003-00011.
Wilayah yang berpotensi terdampak cukup luas. Hampir semua kabupaten dan kota besar di Jatim masuk dalam daftar, mulai dari Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, hingga wilayah tapal kuda seperti Banyuwangi dan Situbondo. Kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Madiun, dan Batu juga tak luput dari ancaman ini.
Intinya, peringatan ini diharapkan jadi perhatian serius. Bukan cuma untuk masyarakat biasa, tapi juga bagi pemerintah daerah. Langkah antisipasi sejak dini dinilai krusial untuk meminimalisir risiko bencana yang mungkin datang. Cuaca memang tak bisa dikendalikan, tapi kesiapsiagaan adalah kuncinya.
Artikel Terkait
Belatung di Piring Sekolah: Saat Negara Alergi Kritik, Rakyat Hanya Bisa Bersyukur
AHY Soroti Strategi Baru: Perbaikan Rumah Ringan Bisa Percepat Pengosongan Pengungsian
Somasi SBY ke Budhius M Piliang: Gosip Ijazah Jokowi yang Tak Kunjung Padam
Sanur Ramai Pengunjung, Keluarga Jember Pilih Pantai Ini untuk Rayakan Tahun Baru