“Menteri tidak datang dibilang tak peduli, menteri datang masa dibilang cuma ikut macul,” tambahnya dengan nada sedikit geram.
Padahal, jelas Prabowo, tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengevaluasi. “Pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah apa yang bisa kita bantu, mana yang bisa kita percepat,” jelasnya.
Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa menerima hujatan sudah jadi risiko seorang pemimpin. Ia pun meminta jajaran di bawahnya untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai komentar yang bernada negatif.
“Saya sampaikan ke saudara para pimpinan kepala badan, gubernur, salah satu kewajiban seorang pemimpin siap untuk dihujat, difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan pantang semangat,” pesannya.
Kritik, bahkan yang terasa tidak adil sekalipun, ia terima sebagai bahan koreksi. “Semua kita terima sebagai koreksi juga enggak apa walaupun itu fitnah, kalau kita tahu di hati kita itu tidak bener, itu jadi waspada bagi kita,” tutup Prabowo.
Artikel Terkait
Korban Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 1.157 Jiwa, Ratusan Ribu Mengungsi
Malam Tahun Baru Berubah Tragis: Kebakaran Bar di Crans Montana Tewaskan Puluhan
Prabowo Izinkan Pengerukan Besar-besaran untuk Pulihkan Sungai Sumatera
Di Balik Efisiensi AI Kesehatan, Ancaman Privasi Pasien Mengintai