Setelah pembukaan, Teddy lalu menyerahkan giliran kepada Rosan Roeslani, sang CEO BPI Danantara. Tugas Rosan adalah melaporkan perkembangan terkini soal pembangunan rumah bagi korban.
Rosan pun mengambil alih. Alih-alih langsung bertele-tele dengan presentasi, ia lebih dulu memutar sebuah video. Layar di ruangan itu menampilkan visualisasi dan gambaran nyata tentang rumah-rumah yang sedang dan akan dibangun. Sebuah upaya untuk memberi gambaran yang lebih konkret.
Namun, di tengah pemutaran video, sesuatu yang khas terjadi. Lantunan azan zuhur mulai berkumandang, mengisi sudut-sudut ruangan. Rapat pun dengan sendirinya dihentikan sejenak, memberi waktu untuk urusan yang lebih utama. Baru setelah suara azan berakhir, suasana rapat kembali hidup dan pembahasan dilanjutkan seperti biasa.
Artikel Terkait
PSM Makassar Gagal Maksimalkan Kandang, Ditahan Imbang Persis Solo
Drama Injury Time, Dortmund Hancurkan Stuttgart 0-2
Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Paskah
Real Madrid Tumbang Dramatis di Kandang Mallorca