Jadi, Ragunan adalah penanda sekaligus tujuan baru dalam daftar panjang mereka.
Di sisi lain taman, suasana berbeda terpancar. Sahid, seorang pria berusia sekitar lima puluhan, duduk bersila di atas tikar bersama keluarga besarnya. Rombongan besar itu datang dari kawasan sekitar Ragunan.
Cerita Sahid. Malam tahun baru mereka isi dengan pengajian, lalu paginya berlanjut dengan olahraga ringan di taman. Rencana awalnya sih jogging, tapi berubah jadi bersepeda karena urusan parkir yang ribet.
Katanya sambil tertawa. Ragunan dipilih karena lokasinya yang akomodatif untuk kumpul-kumpul besar.
Lebih dari sekadar rekreasi, bagi Sahid momen ini adalah cara menjaga keutuhan keluarga.
Tambahnnya.
Di bawah naungan pohon-pohon rindang, pagi itu berjalan dengan perlahan. Setiap sudut punya ceritanya sendiri. Ada keluarga lokal yang merajut kebersamaan, ada pula wisatawan seperti Alex yang mencari pengalaman baru. Semua bertemu di ruang hijau yang sama. Pada akhirnya, di hari pertama tahun 2026 ini, Ragunan lebih dari sekadar kebun binatang. Ia menjadi sebuah ruang bersama, tempat sederhana untuk merayakan waktu, keluarga, dan secuil keheningan di tengah kota.
Artikel Terkait
GSBK Soroti Anggaran Souvenir DPRD DKI Rp12,9 Miliar, Desak Kejati Usut Tuntas
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Mengapung di Kali Grogol Depok
Prabowo Kepleset Tahun, Ucapkan Selamat 2021 di Malam 2026
Prabowo Buka Pintu Lebar: Silakan Bantu Korban Bencana Sumatera