Ribuan Warga Serbu Ragunan, Awali 2026 dengan Kumpul Keluarga dan Sepeda Santai

- Kamis, 01 Januari 2026 | 13:00 WIB
Ribuan Warga Serbu Ragunan, Awali 2026 dengan Kumpul Keluarga dan Sepeda Santai

Matahari belum terlalu tinggi, tapi Taman Margasatwa Ragunan sudah ramai. Ribuan pengunjung membanjiri kawasan hijau di Jakarta Selatan itu sejak pukul tujuh pagi, tepat di hari pertama tahun 2026. Mereka memilih mengawali tahun dengan cara yang tenang: berjalan santai, menikmati udara segar, dan sekadar berkumpul dengan orang-orang tercinta.

Tak ada dentuman kembang api atau keriuhan pesta. Suasana tahun baru di Ragunan diisi oleh gemerisik daun, obrolan hangat, dan tawa riang anak-anak. Tempat ini berubah jadi semacam halaman rumah bersama yang sangat luas.

Sepanjang jalur utama, beberapa pengunjung asyik mengayuh sepeda. Yang lain lebih memilih berjalan kaki, sambil menggandeng anak dan berhenti sesekali di depan kandang satwa. Di hamparan rumput, tikar-tikar warna-warni sudah digelar. Bekal makanan dibuka, cerita pun mengalir. Suasana santai itu benar-benar terasa.

Kerumunan paling ramai justru terlihat di area kandang, terutama saat waktu pemberian makan tiba. Anak-anak berebut tempat di barisan depan, mata mereka penuh rasa ingin tahu mengikuti gerak-gerik sang penjaga yang membawa pakan. Antusiasme itu jelas terpancar.

Di tengah keramaian, seorang wisatawan asal Jerman, Alex, tampak asyik mengamati sekeliling. Ia baru beberapa hari di Jakarta, setelah menghabiskan hampir tiga minggu menjelajahi Indonesia.

"Di Jakarta baru beberapa hari, tetapi di Indonesia kami sudah 3 minggu,"

Ujarnya saat ditemui. Ragunan sengaja ia datangi untuk melihat sisi lain Ibu Kota.

"Kami belum pernah ke sini sebelumnya. Kami ingin melihat seperti apa tempat ini, alamnya, keindahan alamnya, itulah yang kami sukai,"

Alasannya cukup unik. Alex dan rekannya adalah pencinta kebun binatang.

"Karena kami sudah mengunjungi banyak kebun binatang di Eropa, Singapura, dan sebagainya. Totalnya kami telah mengunjungi 200 kebun binatang, dan kami belum pernah mengunjungi kebun binatang di Indonesia,"

Jadi, Ragunan adalah penanda sekaligus tujuan baru dalam daftar panjang mereka.

Di sisi lain taman, suasana berbeda terpancar. Sahid, seorang pria berusia sekitar lima puluhan, duduk bersila di atas tikar bersama keluarga besarnya. Rombongan besar itu datang dari kawasan sekitar Ragunan.

"Kita tuh kalau tinggal di daerah sekitaran sini. Jadi cari yang dekat. Sekalian tadi malam itu kita ada kegiatan remaja masjid, jadi kembang api enggak ada. Kita fokus di situ,"

Cerita Sahid. Malam tahun baru mereka isi dengan pengajian, lalu paginya berlanjut dengan olahraga ringan di taman. Rencana awalnya sih jogging, tapi berubah jadi bersepeda karena urusan parkir yang ribet.

"Udah, sebagian ada yang naik sepeda. Tadi pagi niatnya mau jogging. Tapi karena parkirannya diusir sana, usir sini, jadi akhirnya enggak sempat jogging, akhirnya sepedaan,"

Katanya sambil tertawa. Ragunan dipilih karena lokasinya yang akomodatif untuk kumpul-kumpul besar.

"Bisa duduk, kayak camping aja gitu. Enggak terlalu panas juga. Lebih dekat juga,"

Lebih dari sekadar rekreasi, bagi Sahid momen ini adalah cara menjaga keutuhan keluarga.

"Artinya kita mengakomodir anak remaja-remaja tuh agar tidak keluyuranlah,"

Tambahnnya.

Di bawah naungan pohon-pohon rindang, pagi itu berjalan dengan perlahan. Setiap sudut punya ceritanya sendiri. Ada keluarga lokal yang merajut kebersamaan, ada pula wisatawan seperti Alex yang mencari pengalaman baru. Semua bertemu di ruang hijau yang sama. Pada akhirnya, di hari pertama tahun 2026 ini, Ragunan lebih dari sekadar kebun binatang. Ia menjadi sebuah ruang bersama, tempat sederhana untuk merayakan waktu, keluarga, dan secuil keheningan di tengah kota.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar