Saudi Bom Kiriman Senjata, UEA Tarik Pasukan: Koalisi Arab di Yaman Retak

- Kamis, 01 Januari 2026 | 08:48 WIB
Saudi Bom Kiriman Senjata, UEA Tarik Pasukan: Koalisi Arab di Yaman Retak

Menurut keterangan resmi, pasukan yang masih berada di Yaman saat ini adalah personel khusus yang bertugas dalam misi kontra-terorisme, dan mereka berkoordinasi dengan mitra internasional.

Demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA yang dikutip dari akun resmi mereka di platform X, pada Rabu (31/12).

Dalam keterangan panjang itu, UEA juga menegaskan bahwa sejak 2015 mereka telah menjadi bagian dari Koalisi Arab untuk mendukung legitimasi di Yaman. Mereka klaim telah berkorban besar untuk mengejar keamanan dan stabilitas rakyat Yaman, serta mendukung upaya internasional memerangi terorisme.

Menariknya, UEA menyebut bahwa pasukan militernya yang reguler sebenarnya sudah ditarik dari Yaman sejak 2019 usai menyelesaikan misi resmi. Yang tersisa hanyalah personel khusus untuk kontra-terorisme. Nah, kini mereka pun akan ditarik juga.

Begitu penegasan akhir dari Kemhan UEA.

Bagaimana Respons Indonesia?

Lalu, bagaimana sikap Indonesia? Kementerian Luar Negeri RI memastikan terus memantau dengan cermat situasi konflik yang bergejolak di Yaman, terutama soal keamanan di Hadramout dan Al-Mahra.

Kepentingan Indonesia di Hadramout cukup signifikan. Wilayah terbesar di Yaman yang kaya minyak ini, khususnya Kota Tarim, adalah pusat pendidikan agama bagi ribuan pelajar asal Indonesia yang masih menimba ilmu di sana. Stabilitas di sana adalah hal yang krusial.

Demikian cuitan resmi Kemlu RI di akun X mereka pada Kamis (1/1).

Intinya, Indonesia mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan-tindakan sepihak yang bisa memicu keadaan jadi makin runyam.

Pesan itu disampaikan dengan jelas. Indonesia, seperti biasa, tetap mendorong penyelesaian konflik melalui jalan damai.

Begitulah posisi Jakarta. Mengawasi, mengingatkan, dan mendorong dialog. Situasinya memang rumit, tapi harapan untuk perdamaian tak boleh padam.


Halaman:

Komentar