Video Empat Saudara Heboh di Medsos, Ahli Ingatkan Bahaya Umpan Klik

- Kamis, 01 Januari 2026 | 08:25 WIB
Video Empat Saudara Heboh di Medsos, Ahli Ingatkan Bahaya Umpan Klik

Heboh lagi di linimasa. Klaim tentang video tak senonoh yang melibatkan "empat wanita bersaudara" tiba-tiba membanjiri X, TikTok, dan Telegram. Narasinya sensasional banget, bikin penasaran. Tapi, jangan buru-buru percaya.

Sampai detik ini, mana ada klarifikasi resmi? Nol. Sumber tepercaya pun belum ada yang membenarkan. Menurut beberapa pengamat, ini lebih mirip jebakan klasik: umpan klik. Tujuannya cuma satu, narik perhatian buat disuruh ngeklik tautan yang ujung-ujungnya bahaya.

Pola kayak gini sih udah basi, tapi masih aja efektif. Judulnya dibuat provokatif, janjinya menggiurkan akses video eksklusif! Tapi begitu diklik, kamu malah diarahin ke situs atau grup aneh. Bukan konten yang didapat, justru risiko pencurian data, akun dibajak, atau malah ketemu iklan ilegal.

Nah, para ahli keamanan siber sudah sering mengingatkan. Jangan asal klik tautan viral, apalagi yang sumbernya gelap. Risikonya ganda. Selain ancaman teknis seperti malware, menyebar atau bahkan cuma mengonsumsi konten pornografi itu sendiri bisa kena pasal. UU ITE dan UU Pornografi itu nyata, lho.

Di sisi lain, pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus-terusan ngasih imbauan. Literasi digital harus ditingkatkan. Kalau nemu konten bermasalah, laporkan lewat kanal resmi. Tekanan ke platform media sosial juga digencarkan supaya lebih tegas menindak akun-akun penyebar hoaks dan konten negatif.

Jadi, gimana sebaiknya kita menyikapi?

Yang jelas, jangan ikut-ikutan menyebar. Cek dulu faktanya, meski cuma lewat telusur singkat di mesin pencari. Etika bermedia digital itu penting. Tapi yang paling krusial: lindungi diri sendiri. Kejahatan siber sekarang makin kreatif memanfaatkan rasa penasaran kita terhadap isu-isu panas. Jangan sampe jadi korban berikutnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar