Di China, tepatnya di Jutong Pass, perayaan diwarnai dengan pertunjukan drum yang enerjik. Para penabuh mengenakan penutup kepala khas dan melambaikan papan bertuliskan "2026" serta simbol kuda. Ini bukan tanpa alasan. Februari mendatang menandai awal Tahun Kuda dalam penanggalan mereka.
Di belahan dunia lain, harapan yang disematkan pada tahun baru terasa lebih mendalam dan personal. Bagi banyak warga Ukraina dan Rusia, doa terbesar adalah perdamaian. Konflik yang sudah berlangsung empat tahun jelas menguras segala-galanya.
Seorang wanita di pusat Moskow yang hanya memperkenalkan diri sebagai Larisa menyuarakan hal itu.
Banyak di Ukraina yang pesimis, merasa perdamaian masih seperti ilusi di kejauhan. Tapi di tengah keraguan itu, selalu ada secercah harapan yang polos dan tulus. Seperti yang diungkapkan Olesia, gadis kecil berusia 9 tahun yang berkunjung ke pohon Natal di depan Katedral Saint Sophia di Kiev.
Begitulah. Dari pertunjukan cahaya pengganti kembang api, heningnya cipta, dentingan lonceng, hingga tabuhan drum dan harapan seorang anak kecil. Tahun Baru 2026 disambut dengan cara yang berbeda-beda, mencerminkan suka duka yang dibawa dari tahun sebelumnya, dan impian untuk hari esok yang lebih baik.
Artikel Terkait
TNI Akhirnya Dapat Uang Lelah Rp 165 Ribu per Hari Saat Bertugas di Daerah Bencana
Video Viral Jule-Yuka di Hotel: Hoaks atau Jebakan Berbahaya?
Lentera Ibu Pertiwi Meredup: UU IKN dan DKJ Dituding sebagai Alat Oligarki dan Kekuatan Asing
Di Balik Sapuan Pagi: Kisah Petugas PPSU yang Bekerja dengan Perut Kosong