Jakarta Tutup Jalan, Ganti Kembang Api dengan Solidaritas di Malam Tahun Baru

- Rabu, 31 Desember 2025 | 17:42 WIB
Jakarta Tutup Jalan, Ganti Kembang Api dengan Solidaritas di Malam Tahun Baru

Sudah terasa sejak sore, riuh rendah warga yang mulai memadati kawasan Bundaran HI. Perayaan malam tahun baru 2026 di Jakarta resmi dimulai. Pukul lima sore, panggung utama di sisi selatan halte sudah ramai disaksikan pengunjung yang datang lebih awal. Mereka tak ingin ketinggalan momen spesial meski tahun ini konsepnya berbeda.

Lalu lintas di sekitar Thamrin mulai tersendat. Kendaraan melaju pelan, kecepatannya mungkin tak lebih dari 20 km/jam. Di tengah kemacetan yang mulai merayap itu, petugas Dishub dan polisi terlihat sibuk mengatur arus. Mereka berjaga di titik-titik strategis, berusaha menjaga situasi agar tetap terkendali.

Kesiapan juga terlihat dari sisi pengamanan lain. Satu unit mobil Damkar dan dua ambulans disiagakan tak jauh dari panggung, siap mengantisipasi segala kemungkinan. Semua ini bagian dari persiapan Pemprov DKI yang memang terlihat matang.

Nah, yang jadi pembeda tahun ini adalah konsepnya. Tak ada gemerlap kembang api atau dentuman petasan. Sebagai gantinya, Jalan Sudirman-Thamrin ditutup total untuk kendaraan mulai pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari. Malam itu, kawasan itu jadi ruang publik lengang yang sepenuhnya untuk warga.

Fokus perayaan dialihkan pada hal yang lebih substantif: solidaritas. Acara dipusatkan pada doa bersama lintas agama dan penggalangan donasi untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Nuansa sukacita tahun baru sengaja dikolaborasikan dengan empati.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan hal ini.

“Kali ini mengambil tema yang berbeda dari biasanya. Jakarta akan menjadi ruang empati dan solidaritas bagi masyarakat yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang saat ini dalam suasana duka,” ujarnya di Balai Kota, Rabu siang.

Menurutnya, Jakarta ingin menunjukkan kepedulian. Tema “Jakarta Global City: From Jakarta With Love” dipilih sebagai pengejawantahan semangat itu. Kota ini bukan sekadar tempat berpesta, tapi juga wadah berbagi.

Di sisi lain, meski tanpa kembang api, hiburan tetap disiapkan. Tak cuma di Bundaran HI, Pemprov bersama Forkopimda menggelar acara di tujuh titik lain di pusat kota. Sebut saja Lapangan Banteng, Sarinah, sampai kawasan Semanggi dan FX Sudirman. Semua digelar sederhana, sesuai atmosfer solidaritas yang dibangun.

Bahkan, jangkauan perayaan lebih luas lagi. Ada 12 lokasi lain yang tersebar, dari Kota Tua, Ancol, TMII, hingga sampai ke Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu. Jadi, siapapun bisa merayakan di dekat tempat tinggalnya.

Untuk mengawal semua kegiatan itu, ribuan petugas dikerahkan. Bayangkan, ada sekitar 3.395 petugas DLH, ditambah 2.191 personel Dishub, dan 1.692 anggota Satpol PP yang siaga. Jumlah yang tidak sedikit, menunjukkan betapa perayaan yang penuh empati ini tetap membutuhkan pengaturan yang serius. Malam itu, Jakarta berusaha merayakan harapan baru dengan cara yang lebih bermakna.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar