Bandar Lampung - Suasana pagi yang sepi di Jalan Hj Said, Kota Baru, mendadak ricuh. Sebuah mobil melaju kencang dari arah berlawanan, lalu menghantam seorang pengendara motor. Tanpa menunggu sebentar pun, mobil itu langsung menghilang dari lokasi, meninggalkan korban tergeletak di aspal.
Korban adalah Dika, seorang driver ojek online. Menurut pengakuannya, kejadian nahas ini berlangsung Minggu pagi, tepatnya sekitar pukul 09.37 WIB. Saat itu, ia sedang dalam rutinitas harian mengantar dagangan istrinya ke sebuah warung.
"Jadi setiap hari saya mengantarkan jualan istri saya ke warung deket jalan itu. Tiba-tiba ada mobil memakan jalan saya dan menabrak saya,"
Ungkap Dika, menceritakan detik-detik sebelum insiden. Jalanan memang sedang lengang. Setelah ditabrak, ia terpental. Nasib baik, warga sekitar segera beraksi menolongnya dan membawanya ke Rumah Sakit Graha Husada.
Sayangnya, rekaman CCTV yang berhasil mengabadikan mencekamnya tabrakan itu tak cukup jelas menangkap identitas pelaku. Plat nomor mobil terlihat blur. Dalam rekaman itu, terlihat motor Fazio yang dikendarai Dika melaju dari arah Perintis Kemerdekaan BPK Penabur menuju Jalan Hj Said sebelum kemudian ditabrak dari depan.
"Setelah kejadian, sopir mobil buang stir ke kiri lalu kabur. Kaki saya jebol sampe harus dijahit 10 jahitan, biaya semua yang nanggung kami itupun cari pinjaman untuk keluar dari rumah sakit, sayangnya yang nabrak belum ditemukan, karena di cctv platnya blur,"
Keluh Dika. Cedera yang dideritanya cukup serius. Namun, masalahnya tak berhenti di situ. Laporan yang telah ia buat terpaksa dicabut karena tekanan dari pihak leasing motornya.
Di sisi lain, harapan Dika sebenarnya sederhana. Ia mendambakan keadilan dan tanggung jawab dari pengemudi mobil yang telah menghancurkan paginya itu. Ia juga berharap aparat kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini.
"Saya udah laporan, tapi laporan dicabut karena pihak leasing mau menarik motor. Saya berharap Polisi dapat memproses ini, minta diusut tuntas, saya juga minta pertanggungjawaban dari mobil itu,"
Pungkasnya dengan nada prihatin. Sampai saat ini, mobil dan pengemudinya masih menghilang bagai ditelan bumi, meninggalkan Dika dengan luka, jahitan, dan utang yang harus ditanggungnya sendiri.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel