Davos, Swiss, kembali ramai. Para pemimpin dunia berkumpul di World Economic Forum 2026, yang berlangsung dari 19 hingga 23 Januari. Dan untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo Subianto hadir di sana sebagai pembicara kunci.
Jadwalnya, pidato beliau disampaikan pada Kamis, 22 Januari. Di hadapan forum global itu, Prabowo memaparkan langkah-langkah yang telah diambil pemerintahannya selama setahun terakhir. Capaian-capaian itu ia jabarkan dengan cukup rinci.
Tak lupa, ia juga menyampaikan pandangannya soal "Prabowonomics". Konsep ekonomi yang digagasnya itu sudah dirancang sejak lama, dan kini mulai diterapkan. Intinya, bagaimana menggerakkan perekonomian di tengah situasi global yang penuh gejolak.
Dan situasi itu memang tidak mudah. Namun begitu, Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia justru menunjukkan tren perbaikan. Kabar baiknya datang dari sisi anggaran. Lewat program efisiensi, pemerintah berhasil menghemat APBN hingga USD 18 miliar. Dana yang tidak sedikit, tentu saja.
Lalu kemana uang hasil penghematan itu dialirkan? Menurut paparannya, dialokasikan untuk program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Yang paling menonjol adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
"Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 59 juta penerima manfaat. Mulai dari anak-anak, ibu, hingga para lansia," ungkap Prabowo di hadapan para delegasi.
Di sisi lain, kehadirannya di forum bergengsi ini tentu menjadi perhatian. Banyak yang menanti, bagaimana Indonesia menyampaikan narasinya di panggung dunia. Berikut adalah pidato lengkap Presiden Prabowo Subianto di WEF 2026.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Kesepakatan Timur Tengah Akan Ditandatangani, Selat Hormuz Dibuka Kembali
Kepala BGN Bantah Isu Pembagian Keuntungan Program Makan Bergizi Gratis untuk Prabowo
Ketua Umum KNPI Resmi Buka Musda VII Sulawesi Tenggara, Tekankan Lahirkan Kepemimpinan Visioner
Iran Tetapkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Khamenei pada Awal hingga Pertengahan Juli 2026