Lantas, berapa lama kita harus menunggu agar 1 Januari jatuh di hari yang sama? Rata-rata waktu tunggunya bervariasi untuk tiap hari. Tapi perlu diingat, perhitungan kami punya satu asumsi penting.
Kami menggunakan kalender Gregorian untuk seluruh rentang tahun 1 hingga 9999. Padahal, faktanya, kalender ini baru diterapkan pada 1582. Sebelumnya, dunia menggunakan sistem penanggalan Julian.
Kalender Julian ini diusulkan oleh Julius Caesar, menggantikan sistem lama Romawi yang ribet. Sistemnya sederhana: satu tahun dianggap 365 ΒΌ hari, dengan tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali.
Namun begitu, sistem Julian ternyata punya selisih sedikit dengan tahun matahari yang sebenarnya. Akumulasi kesalahan ini akhirnya membuat Paus Gregorius XIII melakukan koreksi. Lahirlah kalender Gregorian yang kita pakai sekarang, dengan aturan kabisat yang lebih ketat.
Peralihannya sendiri bikin sejarah unik. Tanggal 4 Oktober 1582 langsung disusul oleh 15 Oktober 1582. Bayangkan, sepuluh hari hilang begitu saja dari kalender karena penyesuaian ini. Jadi, kalau kita hitung mundur ke tahun 1 dengan kalender Gregorian, sebenarnya kita sedang memproyeksikan sistem modern ke masa lalu. Tapi untuk analisis pola seperti ini, anggapan itu masih bisa diterima.
Penulis: Safina Azzahra Rona Imani
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa