Sebuah kejutan luar biasa datang menjelang akhir tahun 2025 untuk para karyawan Fibrebond Corp di Louisiana. Graham Walker, sang mantan CEO, baru saja membagikan bonus yang jumlahnya bikin melongo: total 240 juta dolar AS, atau sekitar Rp4 triliun, untuk 540 karyawan tetapnya. Bayangkan saja, rata-ratanya hampir setengah juta dolar per orang.
Ceritanya berawal dari penjualan perusahaan keluarga itu. Walker menjual Fibrebond ke Eaton, raksasa manajemen daya global, dengan harga fantastis: 1,7 miliar dolar. Tapi, ada satu syarat yang ia desak masuk dalam kontrak. Menurut laporan The Wall Street Journal, Walker bersikeras bahwa sebagian dari hasil penjualan itu tepatnya 15% harus disisihkan sebagai bonus untuk timnya.
"Saya ingin memastikan orang-orang yang telah membangun perusahaan ini dari nol ikut merasakan langsung hasilnya," kira-kira begitu prinsipnya.
Niatnya jelas: memberi apresiasi pada mereka yang sudah setia menemani perusahaan melalui masa-masa sulit, seperti kebakaran pabrik tahun 1998 dan berbagai gejolak ekonomi. Dan yang menarik, karyawan-karyawan ini bahkan bukan pemegang saham.
Reaksi di lapangan? Bisa ditebak. Banyak yang awalnya mengira surat pemberitahuan bonus itu cuma lelucon atau spam. Ternyata, itu nyata. Dalam sekejap, hidup mereka berubah. Bonus itu bervariasi, sih, tergantung lama masa kerja. Tapi intinya sama: sebuah keberuntungan yang tak terduga.
Namun begitu, hadiah besar ini tak bisa dicairkan sekaligus. Ada aturan mainnya. Untuk menjaga stabilitas operasional selama masa transisi ke Eaton, bonus akan dibayarkan bertahap selama lima tahun. Syaratnya, karyawan harus tetap bekerja di perusahaan selama periode tersebut.
Lalu, sebenarnya Fibrebond ini perusahaan apa? Didirikan oleh Claud Walker ayah Graham pada 1982 di Minden, Louisiana, perusahaan ini spesialis merancang dan memproduksi solusi kelistrikan dan mekanik yang kompleks. Produk utamanya adalah modul listrik dan struktur tahan lama untuk pusat data, industri, dan utilitas. Singkatnya, mereka penyokong infrastruktur digital global.
Dengan inovasi dan otomatisasinya, Fibrebond tumbuh menjadi perusahaan teknologi tinggi yang akhirnya menarik minat Eaton untuk mengakuisisinya tahun lalu.
Kini, setelah transaksi miliaran dolar itu selesai, Graham Walker memilih langkah yang jarang dilakukan pemilik bisnis. Alih-alih menyimpan semua keuntungan untuk diri sendiri, ia membagikannya. Keputusan ini pun viral, menjadi contoh nyata bahwa loyalitas dan kerja keras masih ada harganya dan harganya terkadang sangat, sangat besar.
Artikel Terkait
Polri Tegaskan Tak Ada Kekebalan Hukum, Mantan Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba
Timnas Indonesia U-17 Dapat Grup Berat di Piala Asia 2026, Hadapi Jepang, China, dan Qatar
Ribuan Kader Ansor Gelar Istigasah Dukung Gus Yaqut di Bandung
Harry Kane Capai 500 Gol Sepanjang Karier Profesional