Sherly sendiri sempat menanggapi beberapa komentar. Ia mengonfirmasi bahwa saat ini ia berada di Jakarta, sambil mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang mengalir.
Teror di Tengah Sorotan Kemanusiaan
Insiden intimidasi ini terjadi saat Sherly sedang menjadi sorotan karena kerja-kerja kemanusiaannya. Sejak akhir November 2025, saat banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar, ia aktif turun sebagai relawan.
Dalam sebuah wawancara di siniar YouTube Rakyat Bersuara, Rabu pekan lalu, Sherly menyoroti dua hal penting soal bencana di Sumatera.
“Bencana yang terjadi di Sumatera, menurut saya mengonfirmasi dua hal,” ujarnya waktu itu.
Ia menyebut soal krisis kemanusiaan pascabencana di ketiga provinsi, dan juga perbedaan penanganan di tiap daerah. Sherly bercerita pengalamannya melihat distribusi bantuan, termasuk logistik dari BNPB yang di-drop lewat udara dan dikumpulkan TNI AU. Menurutnya, koordinasi yang terpusat sangat krusial agar bantuan lebih cepat sampai ke yang membutuhkan.
Kembali ke unggahannya, Sherly dengan tegas meminta semua bentuk teror ini dihentikan. Ia menyatakan dirinya bukan musuh negara atau pihak manapun, dan mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional.
“Hentikan teror-teror seperti ini terhadap anak-anak bangsa,” tulisnya. Ia juga mengajak publik untuk tetap waspada dan tidak gampang terprovokasi.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait laporan teror yang dialami Sherly Annavita. Publik masih menunggu, apakah ada langkah hukum yang akan ditempuh, atau bagaimana perkembangan kasus ini ke depannya.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes