Lokasinya boleh berganti, tapi tradisinya tetap sama. Malam itu selalu diisi dengan makan bersama sambil berbagi harapan untuk tahun mendatang.
“Kalau pas malam tahun baru lebih sering di rumah, karena keluarga bikin acara kecil di mana kami saling mengucapkan harapan untuk tahun baru dan makan-makan bersama. Ini sudah jadi tradisi baik di keluarga besarku, maupun dari keluarga besar suami,” kata Marantina.
Kalau mau yang lebih anti-mainstream, coba dengar dari Arvina. Di usianya yang ke-40, dia memilih untuk memboyong keluarganya camping di gunung saat malam pergantian tahun. Katanya, cara ini bikin hubungan keluarga jadi lebih dekat.
Anak-anak bisa belajar mandiri sambil menikmati alam. Dan yang tak ketinggalan, di detik-detik pergantian tahun, mereka berdoa bersama agar rencana di tahun baru bisa berjalan mulus.
Di sisi lain, ada juga yang memilih untuk tetap low-key. Seperti Eno Fitri. Di usia 21 tahun, dia lebih suka merayakan tahun baru di rumah saja. Alasannya praktis: keesokan paginya harus kerja, jadi tidak ingin kelelahan.
Ritualnya sederhana. Setelah pulang kerja, dia biasanya berburu jajanan yang lagi promo. Memang, di akhir tahun biasanya banyak diskon menarik di berbagai restoran.
“Lebih sering (merayakan tahun baru) di rumah. Hanya saja kalau di ajak bakar-bakar dan saya mau, pasti jalan. Tapi kalau tidak ada (ajakan) lebih baik di rumah, me time sama diri sendiri,” ujarnya.
Meski sederhana, Eno tetap tidak melewatkan momen untuk berdoa dan bersyukur. Dia juga memberi afirmasi positif pada dirinya sendiri. Biar apa? Biar pikiran lebih siap dan tenang menyambut lembaran baru.
Jadi, merayakan tahun baru itu memang nggak ada rumusnya. Yang penting sesuai dengan keinginan dan kenyamanan kita sendiri. Sederhana pun tak masalah, asal bermakna.
Artikel Terkait
Pakar Hukum Unhas Paparkan Jerat Hukum dan Manipulasi Psikologis dalam Kasus Grooming Siswi SMP Maros
Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Galeri24 dan UBS Anjlok Puluhan Ribu Rupiah
Oknum TNI-Polri Diamankan Usai Keroyok Brutal di Kafe Rantepao
Dua Korban Luka Serius Usai Dikeroyok Diduga Oknum TNI-Polri di Kafe Toraja