"Berikutnya pengungkapan perdagangan bayi, ini masih berlangsung proses penyelidikannya. Ini berawal dari TKP yang berada di Sulawesi Selatan," ungkap Syahar.
"Membongkar jaringan jual beli bayi lintas provinsi dengan harga Rp 20-30 juta per anak. Total korban tercatat 14 bayi dan 1 anak," lanjutnya. Jaringannya ternyata luas, dan harganya sungguh membuat hati miris.
Gempur Konten Pornografi Anak: 29 Kasus Dituntaskan
Tak cuma itu, Syahar juga menyoroti persoalan kejahatan di dunia maya. Satgas Pornografi Anak Online disebutnya punya kinerja cukup impresif sepanjang tahun ini.
“Terkait dengan Satgas pornografi anak online, telah menyelesaikan 29 kasus dari 30 kasus. Ada penyelesaian 97% dengan 53 tersangka serta berhasil memblokir 23.506 konten pornografi,” paparnya.
Angka blokir konten yang mencapai puluhan ribu itu menunjukkan betapa masifnya ancaman di dunia digital. Tapi lagi-lagi, penindakan saja tidak cukup.
Upaya preemtif digenjot dengan ribuan kegiatan. Mereka juga aktif menyebar edukasi lewat kanal Siber TV, menyasar platform seperti YouTube, Instagram, X, dan Facebook. Mencegah, rasanya, memang lebih baik daripada mengobati.
Artikel Terkait
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar