"Kami butuh kejelasan dari pusat," pinta Tagore, menyoroti soal rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan parah yang ditinggalkan banjir. Ia juga meminta agar ada perwakilan kementerian atau lembaga yang ditugaskan sebagai PIC di daerah. Menurutnya, hal ini akan memudahkan koordinasi dan membuat penanganan ke depan lebih fokus.
Di sisi lain, kondisi di lapangan masih jauh dari pulih. Listrik, misalnya. Tagore mengungkapkan bahwa lima kecamatan masih gelap gulita. "Masih padam," ucapnya. Untuk sementara, mereka mengandalkan 61 genset dari BNPB yang sudah disebar ke desa-desa.
Nasib serupa menimpa jaringan komunikasi.
Meski di ibu kota kabupaten sudah normal, beberapa kecamatan lain masih mengandalkan bantuan Starlink untuk telepon dan internet. Situasi ini, meski darurat, menggambarkan betapa besarnya tantangan yang harus dihadapi Bener Meriah dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
KPK Dalami Pembelian Rumah Tersangka Bupati Bekasi Nonaktif
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen