Di sisi lain, Jansen melihat situasi nasional saat ini belum kondusif untuk membuka kotak Pandora yang satu ini. Isu pemilihan kepala daerah itu sensitif. Banyak perbedaan pandangan, baik di internal partai politik maupun di masyarakat biasa. Membahasnya dengan tergesa-gesa justru berisiko memicu polemik baru yang tak perlu.
"Tidak perlu rasanya kita menambah polemik baru yang tidak penting dan tidak terlalu mendesak," tegasnya.
Apalagi, tantangan yang dihadapi bangsa ini sudah cukup berat. Ia menyebutkan sejumlah persoalan, termasuk bencana alam yang masih terjadi di beberapa wilayah. Prioritas seharusnya, menurut Jansen, adalah hal-hal yang lebih mendesak dan langsung menyentuh kehidupan rakyat.
"Lebih baik fokus kita sekarang, termasuk negara, pada hal-hal yang lebih urgent dan sudah menunggu di depan mata."
Pesan akhirnya jelas: simpan dulu debat soal mekanisme pilkada. Saatnya kerja, bukan berdebat untuk sesuatu yang baru akan terjadi bertahun-tahun lagi.
Artikel Terkait
Mentan Amran Sulaiman Beri Modal Rp20 Juta ke Ibu Penjual Kerupuk di Watampone
Bentrokan di Makassar Tewaskan Dua Pemuda, Motor Dibakar Massa
Indonesia Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi
Harga Emas Pegadaian Stabil pada Akhir Pekan, Antam Rp2,97 Juta per Gram