kata Royyal, menyampaikan pesan yang intinya diulang dalam setiap bahasa. Mereka ingin anak-anak di Sumatera tetap punya harapan dan semangat belajar.
Paduan suara gabungan dan pembacaan puisi menutup penampilan artistik hari itu. Melalui irama dan kata-kata, apresiasi dan harapan untuk kebangkitan Sumatera kembali disuarakan.
Melihat semua ini, Prof. Mohammad Nuh tampak puas. Menurutnya, penampilan di panggung itu adalah bukti nyata kemajuan siswa sejak Sekolah Rakyat dimulai Juli lalu.
ujarnya.
Pendapat senada datang dari Gus Ipul. Sang Menteri Sosial tak menyembunyikan rasa harunya.
katanya.
Ia juga menegaskan visi ke depan. Sesuai arahan Presiden, lulusan Sekolah Rakyat harus punya jalan yang jelas. Mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, atau jika memilih bekerja, akan disiapkan menjadi tenaga terampil, baik di dalam maupun luar negeri. "Jadi pada prinsipnya kita sudah memikirkan hilirisasi dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat," jelas Gus Ipul.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 166 titik di tanah air. Kapasitasnya menampung sekitar 15.820 siswa, didukung oleh lebih dari sepuluh ribu guru dan ribuan tenaga kependidikan. Sebuah gerakan yang, lewat doa dan aksi nyata, mencoba menanamkan empati sekaligus membuka masa depan.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Sampaikan Duka Cita, Desak PBB Investigasi Serangan Israel yang Tewaskan 3 Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon
Kisah Kelahiran Langka Rudini: Dari Anak Gajah Malang Menuju Puncak Karier Militer
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026