Harapan Pedagang Terompet di Trotoar Jakarta: Dari Tradisi Turun-Temurun hingga Rezeki Akhir Tahun

- Senin, 29 Desember 2025 | 16:18 WIB
Harapan Pedagang Terompet di Trotoar Jakarta: Dari Tradisi Turun-Temurun hingga Rezeki Akhir Tahun

Warna-warni terompet plastik memenuhi trotoar Jalan Pintu Besar Selatan, Jakarta, Senin lalu. Menjelang malam pergantian tahun, suasana di sana riuh dengan aktivitas para pedagang. Mereka sibuk merakit dan melipat dagangannya, memanfaatkan lahan di depan kios-kios yang tutup. Tinggal hitungan hari, persiapan pun kian digenjot.

Leson, salah satu pedagang, baru dua hari tiba di lokasi. Ia datang bersama istri dan anaknya. Bagi keluarganya, ritual tahunan berjualan terompet ini sudah seperti tradisi. Sambil tangannya lincah melipat terompet, ia bercerita tentang harapannya.

"Kalau sebelum Covid, sepuluh hari di sini omzet bisa sampai Rp 7–10 juta. Mudah-mudahan sekarang begitu juga," ujarnya.

Harapan itu ia gantungkan tinggi-tinggi, meski ia tahu persaingan dan situasi tak selalu mudah.

Tak jauh dari Leson, Rojali sudah lebih dulu berjaga. Sudah sejak 17 Desember ia menggelar lapak bersama keponakannya. Bagi Rojali, dunia terompet ini adalah dunianya sejak kecil. "Saya sudah di sini sejak masih SD ikut orang tua, sekitar tahun 1980-an," kenangnya.

Ia melanjutkan, "Semua yang di sini orang Cikarang, kita semua bersaudara."

Kehidupan di trotoar selama berjualan bukan perkara mudah. Mereka tidur di antara tumpukan terompet, mengabaikan kenyamanan demi sekadar menunggu pembeli. Menurut Rojali, pembeli biasanya datang sendiri banyak yang membeli grosir untuk dijual kembali. Namun saat malam tahun baru tiba, strategi berubah. "Kita pindah ke dekat Pasar Baru," katanya.

Memang, tahun lalu penjualan mereka terbilang lesu. Rojali mengaku omzetnya hanya sekitar Rp 4 juta. Tapi tahun ini, semangatnya belum padam. Ia berharap semua terompet yang dipajang itu ludes terjual, meneruskan tradisi usaha keluarga yang turun-temurun agar kembali mendatangkan rezeki. Harapan sederhana, di tengah riuh warna-warni plastik yang menyambut tahun baru.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar