Prasetyo Hadi: Pemerintah Tak Hanya Fokus Sumatera, Pantau Banjir Kalsel dan Kecelakaan Labuan Bajo

- Senin, 29 Desember 2025 | 11:54 WIB
Prasetyo Hadi: Pemerintah Tak Hanya Fokus Sumatera, Pantau Banjir Kalsel dan Kecelakaan Labuan Bajo

Pemerintah tidak hanya memusatkan perhatiannya pada bencana di Sumatera. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di sela-sela konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin lalu. Menurutnya, situasi di sejumlah wilayah lain juga terus dipantau dengan cermat.

Nah, salah satu yang jadi sorotan adalah kondisi di Kalimantan Selatan. Di Balangan, banjir bandang tak tanggung-tanggung lebih dari 1.400 rumah terendam. Kejadian ini cukup besar dan dampaknya langsung dirasakan warga di beberapa desa.

"Kami juga pemerintah terus memonitor terjadinya bencana-bencana di tempat lain. Beberapa hari yang lalu juga ada bencana di Kalimantan Selatan yang juga cukup besar di beberapa desa terdampak,"

ujar Pras.

Merespons hal itu, pemerintah sudah menginstruksikan BNPB untuk turun langsung ke lapangan. Tujuannya jelas: memantau perkembangan dan mengambil langkah secepatnya jika diperlukan.

"Kami sudah minta BNPB untuk juga melakukan monitoring dan tentu saja kalau memerlukan penanganan-penanganan darurat dan khusus untuk juga ditangani secepat-cepatnya,"

tambahnya.

Namun begitu, bencana alam bukan satu-satunya yang dipantau. Ada juga insiden kecelakaan di Labuan Bajo yang mendapat perhatian serius. Untuk menangani ini, koordinasi antar kementerian dan lembaga langsung digeber. Semua agar proses pencarian dan evakuasi bisa berjalan lebih cepat.

Tragedi yang dimaksud adalah tenggelamnya KM Putri Sakinah. Di antara korbannya, ada empat wisatawan asal Spanyol. Salah satunya adalah Marin Carrers, pelatih klub sepakbola Valencia B.

"Kemarin juga kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di labuan Bajo kami juga meminta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, kemenhub untuk bekerja secepat mungkin lakukan penanganan-penanganan karena menurut informasi terakhir korban masih belum ditemukan,"

tandas Pras menutup penjelasannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar