Bagi siswa-siswa di Sumatera yang terdampak musibah banjir bandang dan tanah longsor, targetnya mereka bisa kembali belajar efektif mulai 5 Januari mendatang. Itu janji pemerintah, lewat Kementerian Pendidikan. Tapi situasinya nggak seragam di semua daerah. Ada yang sekolahnya masih bisa dipakai, ada juga yang kondisinya parah banget.
Menko PMK, Pratikno, mengakui hal itu. Karena beberapa sekolah mengalami kerusakan berat, mau tak mau proses belajar mengajar untuk sementara harus dialihkan ke tenda-tenda darurat.
"Pembelajaran mulai 5 Januari tetap dilaksanakan. Pelaksanaannya beda antar daerah sesuai dengan dampaknya,"
Pernyataan itu disampaikan Pratikno dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin lalu. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Seskab, Panglima TNI, Kapolri, hingga Mendagri.
"Ini memang ada sekolah rusak berat di Aceh, tidak mungkin siap 5 Januari, jadi akan pakai tenda,"
Ia lalu membeberkan data kerusakan di Aceh. Dari total 2.303 sekolah yang terdampak, sebanyak 1.773 di antaranya sudah dinyatakan siap. Sekitar 516 unit lainnya masih dalam proses pembersihan yang dipercepat dengan bantuan TNI, Polri, dan relawan.
Nah, untuk yang rusak total, ada 14 sekolah di Aceh yang terpaksa harus memulai tahun ajaran dari dalam tenda. Meski begitu, Pratikno berjanji pelayanan belajar buat anak-anak ini tetap akan dimaksimalkan.
"Aceh ada 14, jadi intinya proses belajar jalan, moda fasilitas bervariasi. Kita jamin Kemendikdasmen turun di lapangan, menjamin di tenda dengan segala kedaruratan, belajar tetap maksimal,"
Lalu bagaimana dengan daerah lain? Di Sumatera Barat, dari 500 sekolah terdampak, sebanyak 431 sudah pulih. Namun, masih ada 21 sekolah yang kondisinya rusak parah sehingga siswa-siswanya juga akan belajar di tenda.
"Di Sumbar ada 500, sudah siap sebanyak 431. Tapi rusak parah berat ada 21, sehingga belajar lewat tenda. Proses percepatan perbaikan terus berlangsung,"
Sementara di Sumatera Utara, angkanya cukup besar: 981 sekolah terdampak. Kabar baiknya, pemulihan berjalan cepat. Sekitar 95% atau 933 sekolah sudah recover. Tapi, tetap ada 19 sekolah yang rusak total dan belum bisa digunakan tanggal 5 nanti.
"Jadi nanti kita memanfaatkan bukan hanya tenda di Kota Padang, tanpa kurangi fasilitas di lapangan. Ini akan terus dikawal Kemendikdasmen untuk jaminan pembelajaran berjalan,"
Intinya, pemerintah berupaya agar proses belajar tidak terhenti. Di tengah keterbatasan fasilitas, tenda darurat menjadi solusi sementara. Yang penting, kata mereka, anak-anak bisa segera kembali ke rutinitas belajar, meski atapnya masih terbuat dari terpal.
Artikel Terkait
Imsak Yogyarta Pukul 04.16 WIB, Ulama Ingatkan Keberkahan Sahur dan Kuatkan Niat
Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 dalam Derby London
Kapolri Marah, Usut Tuntas Dugaan Aniaya Pelajar oleh Oknum Brimob di Maluku
Persib Kokoh di Puncak, Persija dan Borneo Membayang di Liga 1