Di sisi lain, Cak Imin juga mengumumkan komitmen yang lebih serius. Ia akan menjadikan empat santri Al Khoziny sebagai anak angkat. Mereka adalah Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana. Keempatnya terpaksa menjalani amputasi akibat luka berat dari insiden itu.
“Ini bukan sekadar bantuan sesaat. Saya berkomitmen mendampingi mereka dalam jangka panjang. Pendidikan mereka harus tetap berjalan, masa depan mereka harus terjamin,” tegasnya.
Ia menekankan, kepedulian terhadap korban musibah adalah tanggung jawab kolektif. “Saya ingin mereka tetap punya mimpi besar. Keterbatasan fisik tidak boleh mematikan harapan. Mereka tidak boleh berjalan sendiri,” tandas Cak Imin.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026