Sabtu lalu, gerbang Kebun Binatang Bandung ramai sekali. Tak seperti beberapa bulan sebelumnya yang sepi, sekarang suasana di sana hidup kembali. Pengunjung berdatangan, memadati area depan dan tempat parkir yang kini dipenuhi kendaraan.
Mereka masuk satu per satu, menyumbang seikhlasnya. Ada yang memasukkan uang ke dalam kantong plastik besar yang digantung petugas. Di sebelahnya, sebuah gerobak penuh dengan sayuran dan buah-buahan donasi lain dari pengunjung yang peduli.
Fitri (36) adalah salah satunya. Ia datang bersama anak dan adiknya, total enam orang. Mereka menyumbang uang sebesar seratus ribu rupiah.
“Datang ke sini bareng adik dan anak saya berenam, bayar Rp 100.000,” ujar Fitri.
Sudah lama ia tak berkunjung. Tapi menurutnya, tak banyak yang berubah. Justru ia melihat hal yang positif.
“Binatangnya sih alhamdulillah sekarang sehat-sehat ya. Dengan rumor-rumor yang katanya, aduh enggak keurus, tapi alhamdulillah sehat-sehat,” katanya. “Terus bagus postur binatangnya, terus banyak binatangnya sekarang kayak ada kambing-kambing kecil gitu lucu.”
Di dalam, keramaian terus berlanjut. Area kandang satwa dipenuhi anak-anak yang antusias. Mereka tak cuma melihat, tapi juga berswafoto dan bahkan menyuapi beberapa hewan. Sementara di playground, tawa riang terdengar dari anak-anak yang bermain seluncuran dan ayunan.
Di tempat yang lebih lapang, pemandangan lain terlihat. Beberapa keluarga memilih berpiknik sederhana dengan menggelar tikar. Memang, belum ada kantin yang beroperasi di dalam, jadi mereka tampak membawa bekal sendiri.
Tak Hanya Uang, Sayuran pun Jadi Donasi
Nah, ini yang menarik. Di gerbang masuk, ada gerobak khusus yang penuh dengan kantong-kresek berisi sayur dan buah. Timun, wortel, sawi, sampai pepaya dan pisang semuanya menumpuk di sana.
Cici (28) memilih cara ini. Ia datang bersama balitanya, membawa wortel dan kangkung dalam sebuah kantong plastik.
“Bawa kangkung tadi sama wortel,” ucap Cici.
Alasannya sederhana tapi menyentuh. Ia khawatir dengan kabar bahwa hewan-hewan di sana sempat kelaparan.
“Sekarang tuh hewannya kasihan pada kelaparan,” tuturnya.
Dibuka Kembali Setelah Kisruh
Keramaian ini tentu kontras dengan kondisi beberapa waktu lalu. Kebun binatang ini sempat ditutup sejak Juli 2025 lalu, gara-gara masalah dualisme kepengurusan yang berlarut. Saat itu, situasinya memprihatinkan karyawan bahkan sampai menggalang donasi terbuka untuk membeli pakan satwa.
Namun begitu, sejak 25 Desember 2025, tempat ini akhirnya dibuka kembali. Dengan skema bayar seikhlasnya, baik uang maupun sayuran, Bandung Zoo perlahan mendapatkan kembali pengunjungnya. Harapannya, keramaian ini bisa terus berlanjut.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
Mentan: Kolaborasi dengan Polri Kunci Ketahanan Pangan Nasional
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan