"Kalau pun ada masalah, itu yang harus diperbaiki," tegas Guntur. Ia bahkan menyangkal praktik "mahar politik" berlaku di internal PDIP.
Sebagai bukti, ia menunjuk kasus di Aceh. Di sana, calon gubernur Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mendapat rekomendasi partai tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
"Bisa dicek ke Mualem," ucap Guntur meyakinkan.
Dukungan PDIP untuk Mualem sendiri bukan rahasia. Pada Agustus 2024 lalu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri secara resmi menyematkan dukungan partai untuknya dalam Pilkada Aceh 2024.
Jadi, intinya jelas. Di tengah hiruk-pikuk wacana perubahan sistem, PDIP memilih berdiri di garda depan untuk mempertahankan suara rakyat langsung di bilik suara. Mereka bilang, masalahnya ada pada praktiknya, bukan sistemnya. Dan itu, kata mereka, bisa dibenahi.
Artikel Terkait
Siswi 15 Tahun di Makassar Jadi Korban Pemerkosaan oleh Pria Dewasa yang Dikenal sebagai Kekasih
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar