“Ikuti aja perkembangan-perkembangan yang ada, yang official,” tegasnya. “Jangan terbawa oleh berita hoaks. Tapi ikuti berita-berita yang benar.”
Lalu, bagaimana dengan posisinya sendiri sebagai Sekretaris Jenderal PBNU? Saat ditanya apakah ia masih menjabat, Gus Ipul memilih tak merinci. Jawabannya singkat dan terbuka.
“Ya nunggu aja, nunggu,” terang dia. “Tidak bisa disampaikan sekarang saya. Tapi tunggu aja, masih berproses semuanya. Kita belum tahu.”
Pertanyaan lain mengenai kemungkinan pertemuan lanjutan antara Rais Aam dan Gus Yahya pasca-islah pun tak mendapat jawaban gamblang. Gus Ipul, yang juga menjabat Menteri Sosial, kembali menyerahkan sepenuhnya kepada para sesepuh.
“Nanti kan Rais Aam lah. Rais Aam dan Gus Yahya sama yai-yai lain ada dua yai,” tandasnya. “Makanya saya menunggu aja, saya dan beliau santri, kita tunggu aja.”
Nada bicaranya santai, namun punya bobot. Seolah mengisyaratkan bahwa di balik dinamika yang ramai diperbincangkan, ada proses yang lebih dalam sedang berjalan. Proses yang dijalani dengan cara khas NU: penuh kesabaran, musyawarah, dan tentu saja, istikharah.
Artikel Terkait
Veto Rusia, Tiongkok, dan Prancis Ancam Resolusi PBB untuk Buka Kembali Selat Hormuz
KPK Buka Kemungkinan Panggil Anggota Pansus Haji DPR Terkait Kasus Kuota
Liga Arab Dukung Resolusi DK PBB untuk Amankan Selat Hormuz
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Ditangkap, Motifnya Dendam Pribadi