Namun begitu, kewaspadaan tetap tinggi. Pemerintah menyiapkan pengamanan di jalur darat dengan sistem buka-tutup jalan saat hujan turun. Ini untuk keselamatan pengendara. "Ada fasenya masyarakat tidak akan boleh lewat," kata Abdul.
Kejadian Berulang, Warga Terpaksa Mengungsi Lagi
Yang membuat resah, kejadian ini berulang. Rahmad Lasmono, Kepala BPBD Agam, mengonfirmasi warga yang baru kembali ke rumah, terpaksa mengungsi lagi. "Ini lokasinya sama. Sudah berulang kali terjadi," katanya, Kamis sore.
Saat ini, pendataan dampak dan jumlah pengungsi masih terus dilakukan di lapangan. Situasinya memang belum stabil.
Menyikapi kondisi yang belum pasti ini, Pemkab Agam memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari mulai 22 Desember. Masa ini penting untuk mematangkan data dan rencana rehab-rekon. Sementara itu, kegiatan pencarian korban resmi dihentikan. Di Agam sendiri, masih ada 38 korban yang belum ditemukan.
Artikel Terkait
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar
Sistem Satu Arah Cipali Picu Macet Parah 3 Km di Pantura Cirebon
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram Setelah Dua Pekan Turun