Pernyataannya jelas. Dia bangga dengan keteguhan rakyat Gaza yang, meski dikepung, dihancurkan, dan menghadapi malapetaka, tetap mampu melahirkan ratusan penghafal baru. Gaza, yang disebutnya sebagai tempat lahirnya umat manusia, sekali lagi membuktikan dirinya sebagai "pabrik" generasi tangguh. Acara seperti ini, menurutnya, pastilah menyulut amarah musuh-musuh Allah.
Memang, pesan dari perayaan itu terasa kuat: harapan itu masih ada. Kehidupan terus dilestarikan lewat iman, dan penolakan untuk menyerah adalah pilihan yang konkret. Apalagi ketika Al-Qur’an telah menjadi detak jantung dan penuntun jalan hidup mereka. Di tengah segala yang terjadi, Gaza tetap memberikan pujian.
Segala puji bagi Allah atas berkat Gaza ♥️
[VIDEO]
Artikel Terkait
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu bagi ASN, Berlaku Setiap Jumat
Indonesia Kuasai 60% Pasar Sawit Global, tapi Harga Masih Ditentukan Luar Negeri