Libur Natal, bagi banyak orang, berarti waktunya berwisata. Keramaian pun langsung terasa di sejumlah tempat favorit, mulai dari Ragunan di Jakarta hingga kawasan Braga yang legendaris di Bandung. Gimana sih suasana sebenarnya di lokasi-lokasi itu? Mari kita lihat.
Ramainya Tak Terkendali di Ragunan
Angkanya hampir tak masuk akal. Hingga siang hari Kamis tanggal 25 Desember, pengunjung Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan nyaris menembus 28 ribu orang. Dan itu belum selesai.
“Tadi di posisi jam 11 lewat 11 menit, sudah 28.876. Karena ada kendala sinyal, data jam 12 belum update. Kemungkinan sudah lewat 30.000,” ujar Bambang, seorang petugas di lokasi.
“Prediksi saya sih nanti bisa sampai 50.000,” tambahnya.
Bayangkan, pada hari biasa, pengunjung hanya berkisar 3 sampai 5 ribu. Akhir pekan pun paling banter 40 ribu di hari Minggu. Tapi libur Natal kali ini, menurut Bambang, potensinya jauh lebih tinggi. “Kayaknya ini lebih tinggi dibanding weekend biasa ya,” tuturnya.
Lonjakan pengunjung tak cuma dari warga Jakarta. Seperti Meri (36) yang datang jauh-jauh dari Cirebon. Dengan semangat, ia mendampingi anak-anaknya yang sedang asyik menikmati hari pertama mereka di Ragunan.
“Liburan sekolah. Anak-anak libur, ya kita liburan ke sini,” kata Meri.
Ini pengalaman pertama bagi keluarganya. “Nggak biasa. Baru kali ini. Pertama kali banget,” ujarnya. Alasannya sederhana: anak-anaknya suka binatang. Mereka rencananya pulang-pergi dalam sehari. “Ini ntar sore juga balik lagi ke Cirebon,” katanya.
Rezeki Berlimpah untuk Delman Hias Monas
Di Monas, suasana tak kalah ramai. Dan keramaian itu membawa berkah tersendiri bagi para kusir delman wisata. Delman mereka yang dihias meriah jadi incaran banyak keluarga.
Wawan, salah satu kusir, mengaku senang. Tarifnya Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per sekali jalan. Dalam sehari, ia bisa mengantar 10 kali putaran. “Minimal ya sehari itu Rp 1 juta ketemu. Kadang lebih. Namanya rezeki enggak tahu,” ungkapnya sambil membetulkan tali kekang kudanya, Aliando.
Rutenya mengitari landmark penting: lewat Pintu Indosat, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, lalu kembali lagi. Angin sepoi-sepoi menemani perjalanan, melengkapi sensasi nostalgia naik delman di tengah kota.
Ancol, Primadona yang Tak Pernah Pudar
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Pantai Ancol tetaplah pilihan utama. Di hari Kamis itu, pantai dipenuhi orang. Ada yang main air, terbangkan layang-layang, atau sekadar duduk menikmati angin.
Irfan, warga Grogol, Jakarta Barat, adalah salah satunya. “Saya di Grogol ya. Jadi enggak terlalu jauh ke sini. Lewat tol langsung keluar Ancol udah,” katanya. Baginya, Ancol adalah pilihan paling masuk akal, apalagi dengan cuaca yang belakangan sulit ditebak.
Trio Badut yang Bikin TMII Semakin Ceria
TMII juga ramai. Tapi ada satu atraksi yang berhasil menyedot perhatian: aksi trio badut. Mereka menghibur dengan sepeda roda satu, piring terbang, dan sulap, semua tanpa memungut bayaran. Lelucon mereka memancing tawa, membuat pengunjung betah berkerumun.
Ternyata, mereka adalah Amad, Ardi, dan Tomi dari komunitas Fadly Film. Mereka adalah badut pesanan yang justru banjir job saat liburan panjang seperti Nataru.
“Kita bahagia membuat orang bahagia,” ucap Tomi dengan senyum lebar.
Ardi menimpali dengan canda, “Yang lain kerja, kita yang libur.”
Braga Bandung: Pesona dan Kemacetan
Jalan Braga di Bandung seperti kembali ke masa kejayaannya. Bangunan art deco berdiri anggun, menjadi latar belakang foto bagi ribuan wisatawan. Aroma kopi dari kafe-kafe tua bercampur dengan riuh obrolan.
Tapi, pesona itu datang dengan konsekuensi: kemacetan parah. Kendaraan merayap pelan di badan jalan yang sempit. Trotoar pun sesak, apalagi dengan banyaknya motor yang parkir di bahu jalan.
Meski begitu, daya tariknya tetap kuat. Seperti bagi Tedi Firdaus yang sengaja mengajak seluruh keluarganya. “Lokasinya tidak terlalu jauh, jadi bisa mengajak semua,” ujarnya.
Di sisi lain, kemacetan itu mengundang keluhan. Yuli, seorang pengunjung, berharap ada perbaikan. “Sebetulnya nyaman jalan kaki di Braga. Tapi alangkah baiknya kalau bahu jalan tidak dijadikan parkiran motor supaya lebih leluasa,” katanya.
Begitulah suasana libur Natal di beberapa titik wisata. Ramai, semarak, penuh cerita, meski sesekali diselingi keluhan. Semuanya bagian dari pengalaman berlibur ala Indonesia.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7 dalam Uji Coba Pahit
Thomas Aquinas Dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Ketua MA Kecewa Dua Hakim Depok Jadi Tersangka KPK
Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Drastis Berkat Validasi Data dan Program Jemput Bola