Ijazah Jokowi Akhirnya Diperlihatkan, Pengacara: Saya Merinding dan Terharu

- Jumat, 26 Desember 2025 | 07:50 WIB
Ijazah Jokowi Akhirnya Diperlihatkan, Pengacara: Saya Merinding dan Terharu

Ruang sidang di Polda Metro Jaya itu sunyi sesaat. Lalu, penyidik dengan hati-hati mengeluarkan dokumen dari sebuah map. Di situlah, setelah perdebatan bertahun-tahun, ijazah asli Presiden Joko Widodo akhirnya diperlihatkan. Pengacara Elida Netti, yang hadir dalam gelar perkara khusus itu pada Senin (15/12/2025), mengaku merasakan campuran rasa haru dan tegang.

"Saya deg-degan. Ya Allah, akhirnya yang kita perdebatkan sekian tahun, sekarang ada sosoknya di depan mata," ujar Elida dalam tayangan YouTube Cumicumi, Jumat (19/12/2025).

"Saya melihat, saya merinding dan terharu," katanya.

Menurut pengakuannya, ada dua dokumen yang ditunjukkan: ijazah SMA dan ijazah sarjana (S1) Jokowi. Meski peserta dilarang menyentuh, Elida mengaku berusaha mendekat. Ia bahkan menyentuhnya dengan ujung jari.

"Saya tusuk (tahan) dengan ujung jari saya. Saya pegang, ada emboss (huruf timbul), ada watermark, dan ada lintasan stempel," tuturnya.

Tak cuma itu, ia juga menyoroti kondisi fisik kertasnya yang sudah tua dan sedikit robek di bagian bawah. "Jadi bagi saya, itu adalah aslinya, bukan sekadar fotokopi," pungkas Elida. Momen itu ia sebut sebagai titik balik dari polemik panjang.

Namun begitu, cerita itu langsung mendapat bantahan keras. Dari pihak lain, muncul suara yang menyebut keterangan Elida justru menyesatkan.

Abdul Gafur Sangadji, kuasa hukum Roy Suryo, bersikukuh bahwa aturannya jelas: lihat saja, jangan sentuh. Ia mengklaim dirinya termasuk orang pertama yang menyaksikan pembukaan segel dokumen itu.

"Pada saat dilakukan gelar perkara khusus itu detik-detik di mana ijazah itu akan dibuka, saya termasuk orang yang pertama kali maju ke depan," kata Gafur dalam tayangan YouTube Official iNews, Senin (22/12/2025).

Dia mendeskripsikan, ijazah itu disimpan dalam map hardcase berlogo UGM dan dilapisi plastik keras. Menurutnya, arahan dari penyidik tegas: tidak boleh dipegang.

"Ada pengacara dari pihak Pak Eggi Sudjana yang mengatakan bahwa beliau memegang ijazah... saya pastikan bahwa apa yang disampaikan itu adalah keterangan yang menyesatkan publik," tegas Gafur.

Ia juga membantah klaim soal emboss dan watermark. "Saya pastikan keterangan tersebut keterangan yang tidak sesuai fakta," pungkasnya. Intinya, menurut dia, pernyataan Elida hanya menimbulkan kebingungan publik.

Di tengah silang pendapat yang kian panas, tiba-tiba ada pembelaan dari kalangan pensiunan polisi. Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang angkat bicara.

Ricky justru memandang pernyataan Elida sebagai sesuatu yang spontan dan jujur, murni keluar dari nurani. Ia menceritakan reaksi Elida setelah menyaksikan dokumen tersebut.

"Setelah (ijazah Jokowi) ditunjukkan... ternyata setelah diraba oleh... Ibu Elida Netti, dia merasa terharu, 'memang betul tuh asli'," kata Ricky Sitohang di kanal YouTube Rasis Infotainment, Rabu (24/12/2025).

Mantan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1983 ini juga menyoroti soal waktu gelar perkara yang berbeda antara satu klaster dan lainnya. Menurutnya, perbedaan jadwal ini bisa memicu kesalahpahaman.

"Ternyata tidak bergayung sambut sehingga timbul kontradiktif," ujarnya.

Ricky mempertanyakan tuduhan penyesatan. "Penyesatan yang mana? Kan sudah ditunjukkan... Ini kan semuanya kan live service, klise. Faktanya tidak seperti itu," tuturnya. Baginya, reaksi Elida justru menunjukkan kemurnian, bukan niat untuk menyesatkan.

Polemik kecil ini, meski terkesan teknis, ternyata menyimpan narasi yang lebih dalam. Soal klaim, ingatan, dan persepsi yang bisa berbeda di ruang sidang yang sama. Dan semuanya berpusat pada selembar kertas tua yang telah menjadi perdebatan nasional.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar